NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali kembali membuat sebuah kapal penumpang kandas di perairan Gilimanuk, Sabtu (14/7) malam. KMP Trisna Dwitya yang penuh muatan kendaraan truk dari Pelabuhan Ketapang hingga Minggu (15/7) siang masih terdampar di perairan dangkal dekat pelabuhan Gilimanuk.

Dari informasi yang dihimpun, kapal yang memuat delapan unit truk tronton dan enam truk besar itu kandas sekitar pukul 20.40 Wita. Puluhan penumpang yang sudah satu jam menunggu setelah kapal diketahui kandas, akhirnya dievakuasi petugas gabungan dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana (SAR), Polair Jembrana, TNI AL dan otoritas pelabuhan.

Proses evakuasi penumpang yang berjumlah 28 orang itu dilakukan hingga tiga kali. Pertama menggunakan RIB, 10 orang pukul 21.30 Wita, kedua pukul 22.05 Wita sebanyak 13  penumpang dan terakhir 22.23 Wita sebanyak lima orang.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, I Komang Sudiasa dikonfirmasi Minggu (15/7) mengatakan seluruh penumpang yang dievakuasi termasuk dua anak-anak dalam kondisi sehat. Hingga Minggu pukul 11.00 Wita,  kapal yang kandas di perairan sekitar 300 meter dari Pelabuhan LCM itu belum bisa bergerak.

Baca juga:  Akhirnya Setelah 28 Tahun, Mahkota GWK Terpasang

Kapal yang dinahkodai Ahmad Cholil itu kandas setelah terseret arus. Sejatinya sekitar pukul 01.00 dinihari diupayakan untuk menarik kapal yang kandas itu menggunakan kapal lain. Namun tidak berhasil karena air laut masih surut.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa dikonfirmasi membenarkan adanya kapal kandas itu. Kejadian kapal kandas di Selat Bali terutama di perairan Gilimanuk sering terjadi akibat cuaca buruk angin kencang disertai arus deras yang menyeret kapal. Rencananya Minggu siang, menunggu air laut naik, kapal tersebut akan ditarik menggunakan KMP Edha.

Sementara seluruh penumpang yang dievakuasi diistirahatkan di aula ASDP Gilimanuk. Beberapa diantara mereka belum bisa melanjutkan perjalanan lantaran kendaraan mereka masih di kapal yang kandas itu. Mereka menunggu hingga kapal kembali sandar dan bongkar.  (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.