Sebuah kendaraan melintas di jalan yang mengalami kerusakan di Klungkung. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Aplikasi “Klungkung Masadu” banyak digunakan warga Klungkung untuk mengeluhkan sejumlah kerusakan. Pemkab Klungkung nampaknya harus lebih maksimal dalam memperhatikan fasilitas umum (fasum).

Pasalnya, itu paling banyak diadukan ke command center melalui aplikasi “Klungkung Masadu” yang menjadi bagian program smart city. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak Januari 2018 sampai, Senin (25/6), tercatat sudah ada 39 pengaduan dari masyarakat.

Bidang Fasilitas umum masih mendominasi, seperti penerangan jalan umum, jalan rusak, maupun air PDAM mati. Jumlahnya lebih dari 12 pengaduan. Lainnya, seputaran sampah, pohon tumbang, tindakan kriminal dan lain sebagainya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung, I Wayan Parna, mengatakan pengaduan itu sudah disampaikan langsung ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk biaa ditindaklanjuti. “Begitu pengaduan masuk, langsung disampaikan ke OPD terkait,” katanya.

Namun, mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Klungkung ini menyatakan pengaduan tersebut secara umum masih lambat mendapat tanggapan. Bahkan harus menunggu beberapa hari.

Baca juga:  Klungkung Alami Kekurangan Guru hingga Ratusan Orang

Menyikapi itu, pihaknya segera melakukan evaluasi. “Sejak awal  program berjalan, seluruh OPD sudah dikumpulkan. Diberitahu teknisnya seperti apa. Tentu ini akan terus dievaluasi,” jelasnya.

Pengaduan itu bisa menjadi bahan pemkab untuk merancang perencanaan membangunan daerah kedepannya. “Dari sini juga bisa diketahui kualitas kerja OPD. Bisa dilihat dari kecepatan menanggapi pengaduan. Ke depan, hal-hal berkaitan dengan keperluan publik juga bisa terakses melalui ini,” sebutnya.

Lebih lanjut, birokrat asal Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan ini menyebutkan sudah merencanakan untuk memfasilitasi pengaduan masyarakat melalui facebook. Ini terlebih dahulu dikoordinasikan dengan bupati. “Rencananya setiap OPD akan dibuatkan akun resmi. Itu bisa dijadikan media pengaduan,” jelasnya.

Khusus untuk program smart city, telah di-launching akhir 2017. Anggaran yang dialokasikan dari APBD untuk itu mencapai Rp 2,3 miliar.Mendukung ini, pemkab juga memasang CCTV di 12 lokasi yang tersebar di seputaran kota Semarapura dan By Pass Ida Bagus Mantra. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.