Polisi saat menunjukan pelaku Benjo dengan abrang bukti HP curian, Selasa (19/6). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Muh. Lisin alias Benjo hanya bisa merintih kesakitan, setelah kaki kanannya ditembaki timah panas oleh aparat Polsek Sukawati, pada Senin (19/6). Pria 21 tahun asal Jawa ini diketahui telah melakukan sejumah aksi pencurian. Ironisnya dalam setiap aksi itu, pelaku melibatkan sejumlah anak-anak yang masih dibawah umur.

Kapolsek Sukawati, Kompol Putu Pande Sugiharta menjelaskan penangkapan terhadap pelaku bermula dari informasi masyarakat adanya gerak-gerik mencurigakan, yakni sejumlah anak laki-laki mondar-mandir pada salah satu toko di Jalan Raya Celuk pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 wita. “Awalnya ada sekitar empat anak yang terlihat mondar-mandir disana,“ ucapnya.

Selanjutnya polisi yang dipimpin Panit I Reskrim Polsek Sukawati, Ipda Komang Sudarsana bergegas mendatangai TKP. Di lokasi itu polisi langsung menangkap sejumlah anak yang mencurigakan itu. “Selain anak-anak itu, polisi juga langsung menangkap Benjo yang merupakan otak pencurian,“ ucap Kapolsek Sukawati didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu I Gusti Ngurah Winangun.

Diketahui pelaku beserta sejumlah bocah yang masih dibawah umur ini melakukan aksi pencurian di Conter HP Murti Cell, yang berada di Jalan Raya Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. “Di lokasi itu polisi sudah mendapati atap konter HP jebol, jadi kemungkinan pelaku mencoba masuk dengan membobol atap,“ jelasnya.

Menjalani proses introgasi di Mapolsek Sukawati, Benjo mengakui perbuatannya melakukan aksi pencurian HP di konter tersebut. Pelaku juga mengaku pernah melakukan aksi pencurian pada salah satu warung isi ulang yang berada di Jalan Raya Celuk. “Dua aksi pencurian ini sudah ada laporan polisinya, tapi menurut keterangan saksi, pelaku juga melakukan aksi pencurian pada belasan tempat lainya di wilayah Sukawati,“ beber perwira melati satu dipundaknya ini.

Mendapat informasi itu polisi langsung mengajak pelaku melakukan pengembangan di seputaran Desa Celuk pada Senin sore. Nah, tanpa diduga pelaku berupaya melarikan diri. Aksi kejar-kejaran pun tidak terhindarkan, polisi juga sempat melayakan tembakan peringatan, namun tidak digubris oleh palaku. “Akhirnya polisi melumpuhkan pelaku dengan satu tembakan peluru yang tepat menyasar kaki kanan pelaku,“ ucapnnya.

Baca juga:  Dua Buruh Dipolisikan Mencuri Saat Pengrupukan

Meski pelaku Benjo mendapat hadiah timah panas, namun sejumlah anak lainya hanya dibawa ke Mapolsek Sukawati untuk menjalani proses pemeriksaan. Mereka pun mengaku baru seminggu kenal dengan pelaku asal Jawa itu. “Mereka baru kenal dengan Benjo, jadi awalnya dikasi rokok gratis, trus dikasi minuman beralkohol, bila sudah sedikit mabuk mereka pun diajak untuk beraksi,“ ujarnya.

Dalam setiap akhinya para bocah ini ditugaskan untuk berjaga-jaga di depan TKP pencurian, sementara Banjo yang bertugas sebagai pemetik masuk ke TKP. “Jadi anak -anak ini main ikut saja, tanpa mereka mengerti itu adalah aksi pencurian dan sudah melanggar hukum,“ ungkapnya.

Kompol Sugiharta mengatakan total ada sekitar 7 anak asal Kecamatan Sukawati yang terlibat dalam aksi ini. Namun karena masih dibawah umur mereka hanya dikenakan wajib lapor.

Sementara pelaku Benjo ditahan di Mapolsek Sukawati. Benjo mengaku menyesali perbuatannya, melakukan aksi pencurian dengan melibatkan anak-anak. “Awalnya saya hanya mengajak minum-minum saja, tapi karena terpengaruh alkohol akhirnya kami mencuri,“ ucap pelaku yang kaki kanannya diperban itu.

Sementara itu sejumlah orang tua anak yang datang ke Mapolsek Sukawati Selasa siang, mengaku terkejut saat menerima informasi bahwa anak mereka melakukan pelanggaran hukum. Bahkan hampir setiap orang tua dari anak-anak ini mengaku baru tahu bila buah hati mereka bergaul dengan Benjo yang merupakan residivis kasus pencurian itu.

“Memang akhir-akhir ini anak saya kerap keluar malam, ngakunya hanya main game di rumah teman sebayanya, tapi tidak menduga malah seperti ini,“ ucap orang tua anak yang namanya enggan disebutkan.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu I Gusti Ngurah Winangun berpesan agar orang tua meningkatkan pengawasan kepada anak, jangan sampai orang tua lepas tangung jawab sehingga anak-anak yang sedang mencari jati diri menjadi salah pergaulan. “Kita harapkan orang tua bisa lebih dekat dan bisa memberikan pembinaan kepada anak lebih baik lagi, “ ujarnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.