Hujan debu vulkanik dirasakan di Jembrana, Senin (11/6) pagi. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Senin (11/6) dinihari diguyur abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung. Kendati sebagian sudah hilang diguyur hujan, paparan debu hingga kemarin siang masih terlihat di bagian rumah penduduk. Berdasarkan informasi Stasiun Klimatologi Kelas IIA Negara disebutkan memang pada Minggu malam debu vulkanik dari Gunung Agung terdeteksi ke arah Barat Daya melewati  wilayah Jembrana.

Dari pemantauan, sejumlah wilayah yang terpapar debu ini hampir merata. Sejumlah warga  di Pohsanten, Mendoyo, kawasan pesisir Yeh Kuning hingga di Kota Negara  merasakan hujan debu tersebut.

Hujan debu tersebut menurut warga sangat tipis dan tidak terlalu terlihat apalagi malam hari. Warga menyadari adanya hujan debu setelah mendapati di sejumlah bagian rumah dan kendaraan terdapat debu yang menempel. “Tadi pagi debu masuk ke kamar. Saya kira debu biasa, tapi saat saya bersihkan seperti butiran,” ujar Rini (22), salah seorang warga Pohsanten.

Hal senada juga diungkapkan sejumlah warga yang  pada Senin dinihari melintas di sekitar jalan protokol Negara. Endapan debu juga masih terlihat menempel di sejumlah kendaraan yang diparkir di garase.

Baca juga:  Nelayan Diminta Waspada, Angin Kencang Berpotensi Hingga Agustus

Seperti yang terlihat pada mobil-mobil Dinas di Kantor Satpol PP Jembrana. Oleh petugas debu yang menempel di bagian kap dan mobil itu selanjutnya dibersihkan. Selain itu beberapa mobil yang kebetulan diparkir diluar garase, juga terlihat debu namun sudah menumpuk di body bagian bawah. Kemungkinan debu-debu itu terguyur air dari hujan yang terjadi setelah hujan abu itu.

Di sisi lain, Kepala Statiun Klimatologi Kelas IIA Negara, Rahmat Prasetia, mengungkapkan berdasarkan pengecekan terkait trajektori asap atau debu dari Gunung Agung melalui citra satelit mengarah ke Barat Daya pada Minggu malam pukul 22.10 Wita.  Selanjutnya posisi debu vulkanik pada Senin dinihari pukul 04.50 Wita ada di sekitar wilayah Jawa Timur.

Sehingga besar kemungkinan bahwa debu yang dirasakan warga itu hujan debu. Namun dari pengecekan kondisi terbaru menurutnya sudah tidak ada dan aman. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.