Untuk mengantar penumpang dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi, pemerintah mengoperasikan beberapa bus Trans Sarbagita. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Turunnya status Terminal Ubung juga berdampak pada angkutan lebaran tahun ini. Karena statusnya C, maka bus AKAP tidak lagi bisa menaikan dan menurunkan penumpang di terminal itu. Untuk mengangkut penumpang yang hendak mudik lebaran, Terminal Ubung sudah menyiagakan delapan unit bus Sarbagita yang akan melayani calon penumpang ke Terminal Mengwi.

Plt.Kadis Perhubungan Kota Denpasar Wayan Lemesnawa didampingi Kepala UPT Terminal Ubung A.A.Eka Putra, Kamis (7/6), mengatakan pada H-7 Lebaran, Pemkot Denpasar melalui Dinas Perhubungan menggelar apel siaga yang melibatkan unsur jajaran TNI-POLRI, Organda, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar. Apel siaga tersebut dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara.

Sekda Rai Iswara mengatakan pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2004 tentang koordinasi penyelenggaraan angkutan Lebaran terpadu. Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini menitikberatkan pada keselamatan transportasi dengan berfokus pada pengurangan tingkat kecelakaan sekecil mungkin.

Rai Iswara menambahkan, kondisi arus mudik dari Terminal Ubung yang merupakan terminal penghubung ke terminal lainnya, memerlukan kendaraan angkutan kota dalam provinsi untuk mengoptimalkan angkutan Sarbagita guna menghindari terjadinya penumpukan penumpang dan kemacetan. “Kami mengharapkan pelaksanaan posko terpadu ini dapat berjalan dengan optimal sehingga pelayanan akan jasa transportasi darat khususnya dapat ditingkatkan sehingga para pemudik bisa nyaman, dan untuk semua tim terpadu saya ucapkan selamat bertugas,” kata Rai Iswara.

Baca juga:  Soal Terminal Ubung Tampung Pedagang Bermobil, Ini Respons Wali Kota

Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Rahmawati Ismail mengatakan pos-pos pelayan yang dibangun dalam rangka menyambut Hari Raya Lebaran berjumlah 8 Pos, ada 3 Pos Terpadu yang dibangun yakni di Pelabuhan Benoa, Bandara, dan Terminal Ubung. Sedangkan untuk Pos Pantau Kemacetan Arus Lalu Lintas ada 4 yang dibangun, selain Pos Rutin mulai dari Pos Uma Anyar sebagai pintu keluar masuknya kendaraan yang mengarah ke Kota Denpasar.

Pihaknya juga sudah menyiagakan anggotanya pada titik-titik rawan kemacetan serta menghimbau kepada para pengendara kendaraan agar menyiapkan terlebih dahulu surat-surat kendaraannya, kesiapan kendaraan hingga kesiapan diri dalam berlalu lintas. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.