BANGLI, BALIPOST.com – Gedung Lab Perikanan milik Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli yang berlokasi di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, sejak lama terbengkalai. Kini, dilakukan renovasi agar kembali bisa dimanfaatkan seperti sebelumnya.

Perenovasian gedung tersebut, dianggarkan dana sebesar Rp 64 juta lebih. Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (27/5), telah terpampang papan proyek di lokasi tersebut.

Pelaksanaan proyek renovasi gedung dikerjakan oleh CV. Arya Utama dengan nilai kontrak Rp 64.717.000 dengan masa waktu pengerjaan selama 60 hari. Di lokasi juga terlihat sejumlah tukang yang bekerja untuk merenovasi bangunan itu. Dan perbaikan bangunan baru dilakukan pembongkaran di bagian atap.

Kepala Dinas PKP I Wayan Sukartana saat dikonfirmasi menjelaskan, bangunan tersebut dulunya memang merupakan gedung Lab Perikanan. Hanya saja, bangunan sudah sejak lama tidak lagi difungsikan dengan maksimal alias terbengkalai.

Kata dia, semenjak tidak dimanfaatkan, sejumlah bangunan memang telah mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian atap dan yang lainnya. Maka dari itu, agar bangunan dapat berfungsi kembali seperti sedia kala, dilakukan renovasi terhadap bangunan tersebut.

Baca juga:  Dipercepat, Perbaikan Infrastruktur Ubud

“Bangunan sudah tidak difungsikan secara efektif sekitar dua tahun lalu. Dibandingkan dibiarkan seperti itu tidak terurus, makanya kita lakukan rehab untuk kembali dijadikan sebagai Lab Perikanan, sehingga bangunan benar-benar bermanfaat secara masksimal. Nantinya bangunan akan kita lengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang agar bisa melakukan uji lab,” jelasnya.

Hanya saja, jelas Sukartana, di dalam melengkapi sarana prasarana itu, pihaknya tidak bisa diadakan sekali, melainkan bakal dilakukan secara bertahap. Karena sarana pendukung sangat penting untuk mendukung petugas dalam menjalankan tugasnya. “Apa yang dapat dimasukkan masalah perikanan akan kita siapkan secara bertahap. Lab perikanan ini sangat dibutuhkan untuk mengecek kesehatan ikan. Karena kita setiap bulan melakukan pengecekan kesehatan ikan yang ada di Danau Batur,” jelas Sukartana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.