RS Nyitdah. (BP/dok)

TABANAN, BALIPOST.com – Semenjak beroperasi pada awal tahun 2017, RS Nyitdah secara bertahap memenuhi persyaratan yang diperlukan baik SDM hingga sarana-prasarana. Selama ini semenjak beroperasi, layanan yang dibuka hanya bagian IRD dan menerima pasien rawat inap bekerjasama dengan BRSU Tabanan.

Namun, awal Juni 2018, RS Nyitdah sudah bisa melayani pasien BPJS dan menerima pasien Poliklinik. Direktur RS Nyitdah, dr. Nyoman Wisnu Brata, Rabu (23/5) mengatakan saat ini layanan BPJS sedang dalam proses penyusunan MoU.

Jika tidak ada halangan, MoU akan bisa dilaksanakan pada awal Juni 2018 ini. Adapun layanan BPJS yang diterima adalah poliklinik untuk anak, penyakit dalam, gigi dan akupuntur.

Sementara untuk poliklinik bedah dan kandungan belum bisa terlaksana karena kamar operasi belum lengkap sarana dan prasarananya. “Jadi nanti hanya empat poliklinik dulu. Untuk bedah dan kandungan masih menunggu sarana dan prasarana serta persiapan kamar operasi,” ujarnya.

Tidak hanya pelayanan poliklinik, nantinya layanan BPJS di RS Nyitdah juga mencakup layanan rawat inap. Saat ini sudah tersedia 54 tempat tidur. 30 tempat tidur untuk kelas III, 12 kamar untuk kelas II, dan 12 kamar untuk kelas 1. “Untuk saat ini masih tersedia 54 kamar untuk kelas III, II dan I sesuai syarat layanan rawat inap BPJS. Untuk VIP memang belum ada,” ujar Wisnu.

Baca juga:  Kembangkan Tiga Komoditi, Bali Kerjasama dengan Jepang

Ia melanjutkan selain layanan yang terus ditingkatkan dan diperbarui, proses pembangunan gedung juga masih berjalan. Saat ini sudah ada dua gedung yang dibangun dengan dana BKK.

Satu gedung lantai tiga yang sudah berdiri dan selesai finishing. Untuk gedung yang sudah jadi ini, lantai satunya nanti digunakan untuk ruang operasi, lantai dua untuk ruangan intensif (ICU) dan lantai tiga untuk ruang rawat inap. “Ruang operasi dan ruang ICU belum bisa dioperasikan karena menunggu alat-alatnya. Sementara ruang rawat inap di lantai tiganya sudah dioperasikan,” jelas Wisnu.

Sementara gedung berlantai tiga lainnya, lanjut Wisnu, masih dalam bentuk rangka. Untuk gedung yang masih belum jadi, tahun ini akan diajukan lagi dana BKK dari Provinsi untuk penyelesaiannya.

Nantinya gedung ini berfungsi sebagai ruang rawat inap di lantai tiga, ruang laboratorium di lantai dua dan poliklinik di lantai satu. Sementara itu, selain bantuan dari provinsi, Pemkab Tabanan juga berusaha mencari dana pembangunan dari pihak ke-3 yaitu dari PT SMI dan sudah disetujui.

Dana dalam bentuk pinjaman dari PT SMI nantinya digunakan untuk membangun dua gedung yang nantinya berfungsi untuk layanan IRD, farmasi, diagnostik dan rontgen. “Untuk proses pembangunan gedung dari bantuan PT SMI saat ini dalam proses tender,” jelas Wisnu. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.