Drh. Wayan Susila. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Virus panleukopenia mulai menyebar di Buleleng. Vrus ini mengakibatkan sejumlah kucing milik warga mati secara mendadak. Warga pun resah. Seorang warga berdomisili di Kelurahan Banyuning Made Narta Arianta Rabu (16/5), menemukan beberapa ekor kucing di lingkungan BTN Banyuning Indah mati mendadak. Kematian beberapa ekor kucing tersebut hampir terjadi setiap hari. Tak pelak kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan menyebarkan penyakit tertentu yang berpotensi menular kepada manusia.

Kepala Bidang Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Drh. Wayan Susila membenarkan telah menerima pengaduan kematian mendadak beberapa ekor kucing di lingkungan BTN Banyuning Indah tersebut.

Dia mengatakan, setelah menerima pengaduan dari masyarakat pihaknya melakukan pemeriksaan ke lapangan. Hasilnya, ditemukan penyebaran Virus Panleucopenia yang menyerang beberapa kucing tersebut.

Penyakit ini menular lewat kontak langsung atau melalui air liur, kencing, muntah dan melalui kotoran kucing yang terinfeksi. Selain itu, anak kucing juga dapat tertular virus dari induknya, kalau induk terserang virus ini pada saat bunting.

Baca juga:  Di Tabanan, Hingga April Terdapat 49 Kasus Baru HIV

“Kita temukan kalau kucing itu mati diduga terinveksi Panleukopenia. Gejala serangannya seperti muntah dan mencret dan itu sampai 80 persen terjadi kematian terutama pada kucing yang masih muda,” katanya.

Susila menambahkan salah satu cara mencegah penularan virus ini adalah dengan vaksinasi terhadap kucing. Untuk mendaatkan vaksin pemilik bisa membeli dengan harga Rp 170.000. Terkait dampak kepada manusia, Susila memastikan virus ini hanya terjadi pada kucing. Dirinya juga memastikan kalau virus ini tidak berbahaya bagi manusia. Bahkan, kasus ini berbeda dengan virus rabies yang bersifat sonosis atau menular pada manusia. (mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.