Daniel salah satu siswa yang terperosok mengecek lokasi kejadian bersama guru, pada Jumat (11/5). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan dengan tiga orang pelajar kelas VI SDN 1 Blahbatuh yang terperosok ke jurang dengan kedalaman belasan meter di aliran Tukad Kutuh, Desa Blahbatuh, pada Rabu (9/5). Diantaranya Komang Putra Aditya (12), Fransiskus Daniel Damara Putra (12) dan Yoga Sedana Yasa (12).

Untungnya mereka selamat setelah di evakuasi petugas BPBD Gianyar. Kejadian yang dialami 3 murid laki-laki ini masih jadi perbincangan, hingga Jumat (11/5). Terutama karena lokasi kejadian dikenal angker.

Ditemui Jumat, Daniel salah satu murid yang terperosok ini mengaku trauma jika harus kembali diajak ke semak-semak tersebut. Namun, ketika ditemani gurunya, Daniel bersedia ke lokasi untuk menceritakan kronologis kejadian.

Dikatakan, saat itu mereka menuju areal jurang bersama 8 orang murid laki-laki kelas VI lainnya. “Pas ada kegiatan kerja bakti, kita berdelapan pilih main-main polisi kejar maling,” jelas Daniel yang tinggal di seputaran Blahbatuh ini.

Awalnya, kejar-kejaran pun hanya di sekitar areal sekolah. Namun saking asiknya bermain, kedelapan murid ini seolah digiring menuju semak-semak. Jarak dari sekolah menuju lokasi, sekitar 300 meter. Tepat di sebelah utara Pasraman Yogadhi Parama Guhya milik Ida Peranda Gde Made Gunung (alm).

Nah, ketika asik kejar-kejaran itulah mereka tiba di bibir jurang hingga tak bisa mengendalikan diri. Tiga dari 8 anak langsung terperosok, sementara 5 lainnya masih berada di atas. “Yoga jatuh pertama, kedua Mang Putra lalu saya,” jelas Daniel.

Ketinggian jurang diperkirakan antara 10-20 meter, dengan aliran sungai yang dikenal dalam. Yoga dan Daniel yang bisa berenang, memilih turun dan berenang melewati sungai daripada nyangkut di jurang itu. Keduanya pun basah kuyup, lalu berusaha naik dari sisi jurang yang lain. “Setelah itu saya pilih balik ke sekolah, melewati jembatan bambu ini,” jelasnya.

Baca juga:  Seratusan Siswa DO Dijatah Beasiswa

Sementara 5 murid lainnya, kata Daniel sudah duluan mencari pertolongan ke sekolah. Barulah, setelah menerima laporan ada murid jatuh ke jurang, Kepsek dan para guru bergegas ke lokasi. BPBD Kabupaten Gianyar dikontak untuk melakukan evakuasi. Pasukan Orange pun perlu waktu sekitar 2 jam melakukan evakuasi, hingga Komang Putra berhasil diangkat naik dalam kondisi basah dan kotor.

Daniel tidak mengalami luka-luka, hanya saja dia sendiri masih bingung terkait kejadian yang ia alami. Daniel pun menyesali perbuatannya, ia pun mengaku kapok main jauh dari sekolah.

Sementara Kepala SDN 1 Blahbatuh, Ketut Nata Kesuma mengatakan kondisi ketiga anak didiknya tersebut sudah membaik. Hanya Yoga Sedana Yasa yang harus rawat inap sehari di RS Ari Canti Mas, Ubud. “Sebenarnya tidak ada luka. Tapi karena dulu pernah trauma pada bagian kepala, dia di observasi selama 24 jam di ruang ICU. Sekarang sudah pulang, hanya saja belum sekolah,” jelasnya Kusuma didampingi wali kelas VI Ida Ayu Ketut Resi Asmini.

Mengenai pengawasan saat kejadian, Ketut Nata Kesuma mengaku diluar batasannya. Sebab tidak biasanya anak-anak pergi main jauh. “Paling jauh, sekitar 10 meter dari sekolah. Itupun jika ada keperluan buang sampah. Ini tumben jauh sekali, dan tidak ada yang lihat mereka pergi,” terangnya.

Ditambahkan wali kelas, Dayu Asmini, saat kejadian siswa kelas VI sedang diajak kerja bhakti bersih-bersih lingkungan. “Beberapa anak ada yang disuruh buang sampah. Tapi mereka sudah balik, nah kok bisa 8 orang ini justru pergi jauh sekali,” ujarnya. (manik astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.