MANGUPURA, BALIPOST.com – Kesehatan adalah unsur yang penting dalam meningkatkan daya saing. Untuk mendapatkan tingkat kesehatan yang baik, masyarakat diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dari diri sendiri. Hal itu tentu dapat mendukung Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Memurut Deputi Menteri bidang pembangunan manusia, masyarakat dan Kebudayaan, Bappenas, Dr. Subandi Sardjoko, pada saat MDGs sebelumnya, ada beberapa goals yang belum berhasil dicapai. Karena diakuinya, komunikasi dari tingkat atas sampai ke bawah belum ada sinkronisasi.

Untuk itu, dalam mendukung SDGs ini, strategi komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah harus lebih baik. Bahkan, diharapkan seluruh stakeholder agar ikut dilibatkan. “Selama MGDs sebelumnya, ada beberapa tujuan yang belum tercapai, hal itu dikibatkan tidak sinkronnya antara tingkat atas dengan tingkat bawah,” katanya saat penutupan International Social and Behavior Change Communication (SBCC) Summit, Jumat (20/4) di Nusa Dua.

Melalui SBCC Summit ini, pihaknya berharap dapat memberikan masukan yang baik untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dikatakan, strategi fundamental dari SDG harus dijalankan dengan melibatkan berbagai pemangku kepemimpinan.

Baca juga:  Pertemuan SBY-Prabowo Langkah Awal Koalisi Gerindra Hadapi Pemilu 2019

Dalam SDGs, ada 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi. SDGs ini merupakan agenda global yang melanjutkan upaya dan capaian agenda global sebelumnya yaitu MDGs yang sudah banyak merubah wajah dunia 15 tahun ke arah yang lebih baik.

Dirut PT Melali Mice selaku pelaksana kegiatan SBCC Summit, Ketut Jaman mengatakan, SBCC Summit ini diikuti oleh sebanyak 1200 peserta dari 93 negara. Dalam kegiatan ini ada sebanyak 400 organisasi termasuk perwakilan pemerintah, LSM, Unicef dan organisasi yang bergerak di bidang sosial ikut terlibat.

Pada kegiatan ini, yang dibahas adalah masalah pengentasan kemiskinan, media sosial, dan juga cara-cara generasi muda dalam pergaulan sehingga media sosial menjadi media penting untuk mengubah perilaku yang baik. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.