Kedelai (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kedelai merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dikonsumsi di Asia, termasuk Indonesia. Sebab, kacang yang satu ini bisa diolah menjadi beragam jenis bahan makanan, mulai kecap, tahu, tempe, hingga susu.

Namun, meski kaya manfaat, sayangnya masih banyak orang percaya pada mitos seputar kedelai, sehingga ragu untuk mengonsumsinya. Padahal, kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati.

Dikutip dari klikdokter.com, berdasarkan sejarah, kedelai telah dibudidayakan sejak 3.500 tahun yang lalu di Asia Timur, dan baru menyebar ke wilayah lain pada 1910. Meski bersumber dari Asia, penghasil kedelai utama dunia saat ini adalah Amerika Serikat.

Agar lebih aman mengonsumsi kacang yang kaya manfaat ini, sebaiknya Anda juga mengetahui mitos-mitos efek samping mengonsumsinya, seperti yang ada berikut ini :

1. Kedelai sebabkan kanker payudara

Mitos:

Pada wanita, kedelai dipercaya dapat meningkatkan kadar estrogen yang memiliki andil dalam peningkatan risiko kanker payudara dan ovarium.

Fakta:

Dilansir dari laman Prevention, ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi kedelai setelah seseorang didiagnonisis kanker justru mampu mengurangi rasa sakit. Artinya, para penyintas kanker tak perlu cemas penyakitnya kambuh saat mengonsumsi makanan berbahan dasar kedelai. American Cancer Society dan American Institute for Cancer Research juga menambahkan bahwa pasien kanker payudara dapat mengonsumsi kedelai tanpa harus merasa takut.

Baca juga:  Benarkah Terong Penyebab Keputihan?

2. Kedelai ganggu kesuburan

Mitos:
Adanya kandungan estrogen pada kedelai, membuat banyak orang percaya bahwa mengonsumsi kedelai akan memengaruhi kesuburan.

Fakta:
Hingga saat ini kaitan antara kedelai dan kesuburan masih diragukan. Bahkan, beberapa penelitian saat ini justru menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dalam jumlah sedang dapat membantu para wanita untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Dikatakan oleh Elizabeth Shaw dari NSW Rural Doctors Network, para peneliti menyimpulkan bahwa menambahkan satu porsi kacang-kacangan (termasuk kedelai) dapat melindungi terhadap infertilitas ovulasi.

3. Kedelai bikin payudara pria membesar

Mitos:
Ada banyak pria yang percaya bahwa mengonsumsi kedelai dapat membuat payudaranya tumbuh.

Fakta:
Sebuah studi dilakukan oleh para peneliti dari Universitas St. Catherine, Amerika Serikat, tahun 2010 pada lebih dari 30 kasus soal kaitan antara payudara pria dan kedelai. Nyatanya, mereka tidak menemukan bukti apa pun soal itu. Mitos populer tentang kedelai ini nyatanya ditampik oleh beberapa penelitian terkait.

Kedelai memiliki beragam manfaat yang baik untuk tubuh. Meski demikian, memang Anda tak dianjurkan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Upayakan mengonsumsi kedelai dari beragam olahan makanan, jangan terpatok dengan yang itu-itu saja. (Goes Arya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.