Siswa SMPN 1 Banjarangkan foto bersama guru usai pentas di Bali Mandara Nawanatya ke-3 tahun 2018. Yakni dalam Pementasan Gelar Kreativitas Seni Pelajar di Wantilan Taman Budaya Art Centre Denpasar, Jumat (23/3). (BP/adv)

SMP Negeri 1 Banjarangkan menjadi duta Kabupaten Klungkung dalam Bali Mandara Nawanatya ke-3 tahun 2018. Yakni dalam Pementasan Gelar Kreativitas Seni Pelajar di Wantilan Taman Budaya Art Centre Denpasar, Jumat (23/3). Karyanya berupa drama Tari Godogan berhasil memukau decak kagum penonton.

Kepala SMPN 1 Banjarangkan, I Nengah Suradnya menyampaikan karya yang dipentaskan itu sebagai cara untuk membangkitkan kreatifitas peserta didik sebagai penerus pelestari seni budaya. Mengingat fungsinya yang sangat penting, sekolah akan terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan.  “Kegiatan seperti ini akan selalu ditingkatkan. Supaya kreatifitas seni bisa selalu dijaga dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Pementasan ini tidak hanya diisi drama tari dari Klungkung saja. Tetapi juga ada dari Kabupaten Badung yang diwakili SMPN 2 Kuta. Kegiatan seperti ini sangat disambut positif. Tidak hanya oleh para guru tetapi juga siswa-siswa di sekolah. “Ini untuk memupuk rasa semangat supaya lebih mencintai budaya seni di Bal,” katanya.

Pada acara tahunan itu, SMP N 1 Banjarangkan mementaskan Drama Tari Godogan, yang menceritakan perjalanan hidup seorang anak dari Men Bekung dan Pan Bekung. Kelahirannya sangat ajaib dan kerap kali berperilaku diluar kemampuan manusia. Suatu hari, dia sangat berkeinginan untuk melamar putrid  dari kerjaan Daha. Itu pun terpenuhi. Putri kerajaan menyatakan diri sangat mencintai Godogan. Dengan ketulusan hati Sang Putri, Godogan tiba-tiba berubah menjadi pemuda rupawan. Karya yang dipentaskan apik ini mampu memukau penonton.

Baca juga:  Reuni Angkatan 85 SMPN 1 Banjarangkan, Komit Tingkatkan Kualitas Sekolah

Kabag Humas dan Protokol Setda Klungkung, I Ketut Suadnyana mengatakan pemkab sangat mengapresasi kreativitas sekolah tersebut.  Diharapkan bisa menjadi motivasi untuk sekolah lain supaya bisa melahirkan karya serupa. Melestarikan dan membangkitkan seni budaya, dikatakan pemkab sudah memberikan perhatian melalui pemberian baleganjur dan drum band. “Dengan ini, anak-anak bisa berkreativitas dalam seni budaya,” ucapnya.

Selain itu, pemkab juga telah memberikan ruang terhadap masyarakat untuk mementaskan kesenian yang dimiliki melalui program Klungkung Menari yang digelar satu bulan sekali. ”Pada acara besar yang diselenggarakan pemkab, seperti festival Semarapura, berbagai kesenian juga dipentaskan. Banyak melibatkan anak-anak sekolah. Ini juga untuk mengasah bakat,” imbuhnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.