NEGARA, BALIPOST.com – Narkoba selain menyerang segala lapisan masyarakat, peredarannya kini tidak hanya di kota besar. Sudah merambah ke desa-desa.

Menghadapi ancaman itu, Bali sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di Indonesia harus senantiasa siaga. Guna mencegah peredaran dalam aspek pengurangan demand (permintaan) narkoba, BNN (Badan Narkotika Nasional) bersinergi dengan Pemkab Jembrana mencanangkan Desa Bersih Narkoba. Salah satu desa yang dicanangkan di Jembrana adalah Desa Budeng, Kecamatan Jembrana.

Kepala BNN, Heru Winarko, Jumat (23/3) mengatakan narkoba sudah masuk ke pedesaan sehingga diperlukan ketahanan yang kuat dari desa untuk menangkal ancamannya. Dengan pencanangan Desa Bersih Narkoba di Desa Budeng ini, Winarko berharap agar desa ini mampu memiliki daya tangkal yang kuat terhadap godaan narkoba.

“Ketika desa ini sudah menyatakan komitmennya dalam perang melawan narkoba, maka tidak menutup kemungkinan bandar bisa menguji apakah desa ini benar-benar bersih dari narkoba dengan melakukan segala cara,” ujar Heru Winarko.

Baca juga:  Gerebek Hotel di Kuta, Ratusan Gram SS dan Ineks Disita

Kepada masyarakat Budeng, Kepala BNN juga mengatakan apabila di daerahnya ada penyalahgunaan atau peredaran narkoba, tidak perlu hanya dilaporkan. Tapi, ia mempersilahkan warga untuk menangkap tangan lalu diserahkan kepada pihak yang berwajib untuk diproses lebih lanjut.

Sementara itu, salah satu upaya dalam aspek pencegahan, ia mengingatkan para ibu muda agar paham akan persoalan narkoba. “Kenali anak, jika ada hal yang mencurigakan seperti perubahan sikap atau perilakunya, itu harus diantisipasi,” tambahnya.

Terkait pencanangan desa bersih narkoba di Budeng, Bupati Jembrana, I Putu Artha menyambut baik dan memberikan apresiasi. Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu komitmen daerah Jembrana dalam upaya melaksanakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) “Hal ini adalah bentuk nyata dan kesungguhan seluruh komitmen anak  bangsa untuk aktif dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” ujar Bupati Artha. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.