TABANAN, BALIPOST.com – Menjadi tuan rumah Porprov ke-21 tahun 2019, Kabupaten Tabanan terus melakukan persiapan. Salah satunya rencana membangun GOR baru di komplek stadion Debes dengan anggaran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali sebesar Rp 15 miliar.

Terkait hal itu, Senin (19/3), konsultan proyek mempresentasikan Detail Engineering Design (DED) dihadapan Dinas terkait dan KONI Tabanan selaku pengguna di ruang rapat kantor Dinas Pekerjaan Umum Tabanan. Hasilnya, nilai proyek sesuai DED yang dibuat melebihi pagu yang ada.

Selama hampir dua jam, tim konsultan penggarap DED proyek GOR Debes mempresentasikan terkait pembangunan gedung secara detail dengan total luas bangunan sekitar 3.000 meter persegi dengan kapasitas penonton sekitar 1500 orang.

Digambarkan pula di gedung baru tersebut juga dilengkapai fasilitas ruang ganti atlet, toilet 8 buah, ruang pengelola termasuk akses untuk kaum difabel serta fasilitas lainnya. Untuk pembangunan gedung itu setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar Rp 23 miliar atau lebih besar Rp 8 miliar dari pagu yang dimiliki sebesar Rp 15 miliar.

Ini tentu saja mengagetkan dinas terkait yang hadir dalam rapat tersebut. Berbagai masukan diberikan, bahkan ada yang mengkiritik jika design yang disampaikan sangat mirip dengan GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung.

Sementara dari KONI yang diwakili ketua I Dewa Gede Ary Wirawan mengatakan pihaknya mengharapkan GOR dibuat berstandar nasional dengan berbagai fasilitas yang diwajibkan. Sesuai aturan GOR standar nasional untuk tingkat kabupaten yakni tipe B.

Wakil Ketua KONI Tabanan Yama Diputra menyebutkan sesuai aturan untuk GOR standar nasional Tipe B selain fasilitas standar juga ada fasiliats khusus seperti akses untuk kaum difabel, ruang kesehatan tersendiri, ruang uji doping dan ruang massage. Dia juga menyebutkan dari DED yang disampaikan untuk ketersedian toilet masih kurang  untuk kapasitas penonton yang mencapai 1.500 orang.

Baca juga:  Digenjot, FS Kereta Gantung Pelaga

Pemimpin rapat yang juga Kabid bangunan gedung Dinas PU Tabanan Faridatini Suweca mengatakan jika disepakati GOR yang dibangun adalah standar nasional tipe B. Usai rapat dikatakan, bahwa bentuk bangunan GOR  sesuai aturan harus melingkar atau yang mendekati bentuk segi delapan.

Sementara dari DED yang disampaikan berbentuk segi empat meski di dalamnya sudah terkesan seperti segi delapan. “Kelihatan tidak konsiten antara tampilan luar dan tampilan dalam,” katanya.

Dia juga menyebutkan gambar yang disajikan belum memperlihatkan ciri khas Tabanan. Ciri khas bisa dilihat dari material yang dipakai atau bentuk bangunan.

Dia melihat pada lobi mungkin bentuk atapnya menyerupai lumbung yang merupakan ikon Tabanan. “Pokoknya ketika orang melihat ini merupakan GOR khas Tabanan dan memiliki ciri khas tabanan yang tidak ada di daerah lain. Mungkin bentuk lumbung untuk lobi salah satunya,” katanya memberi saran.

Terkait anggaran yang ternyata lebih besar dari pagu, Faridatini mengaku akan koordinasi dengan provinsi. Diakui sampai saat ini belum melihat petunjuk teknis proyek tersebut.

Pihaknya berharap nantinya bisa sedikit diubah agar pembangunan itu bisa multiyear sehingga dana Rp 15 miliar yang dikucurkan akan cukup sampai sejauh mana saja. “Kalau bisa diterapkan sistem multiyear, mungkin tahun pertama sampai finishing di dalam sementara luarnya bisa dianggarkan ditahun berikutnya baik dari BKK ataupun APBD tabanan,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.