Komplotan sindikat skimming ditangkap Polda Bali. (BP/rah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali sebagai tujuan wisata dunia tak hanya dikunjungi turis internasional berduit, tapi ada juga sindikat kriminal yang melancarkan aksinya di Pulau Dewata ini. Selain narkoba, kasus skimming atau pencurian data nasabah banyak yang melibatkan warga negara asing (WNA) terjadi di Pulau Seribu Pura ini.

Kasus teranyar yakni tiga orang warga negara (WN) turki berinisial KT, MMA dan KD terkait kasus skimming. Mereka ditangkap di wilayah Canggu, Kuta Utara dan Kuta oleh tim Subdit III Ditreskrimum Polda Bali.

Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali Kompol I Wayan Wisnawa A., S.I.K., M.Si., Minggu (11/3), angkat bicara terkait maraknya sindikat skimming beraksi di Bali. Menurutnya, Bali merupakan daerah wisata sehingga menjadi sasaran empuk dari pelaku kejahatan tersebut. Sindikat ini kebanyakan beraksi di daerah wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing.

Selain Bali, kasus serupa kerap terjadi di Jakarta dan Lombok.

“Sasaran mereka sejatinya saldo orang asing yang nilai kursnya tinggi. Jadi mereka ini pilih-pilih nasabah bank yang ingin dikuras tabungannya,” tegas mantan Kapolsek Sukawati, Gianyar ini.

Oleh karena itu, perwira asal Karangasem ini mengimbau kepada masyarakat semakin berhati-hati dalam melakukan transaksi di ATM.  Kompol Wisnawa membeberkan beberapa tips sebagai upaya antisipasi agar tidak jadi korban. Hal-hal yang perlu dilakukan nasabah bank yaitu hati-hati saat menekan PIN karena kadang-kadang pelaku memasang kamera tersembunyi untuk mengetahui passwordnya.

Baca juga:  Terlalu Dikeramatkan, Lontar Banyak Rusak Dimakan Usia

Hindari menggunakan ATM di daerah lampunya redup atau sepi karena pelaku menyasar lokasi pengawasan yang lemah untuk memasang alat skimming. Nasabah bank dianjurkan memeriksa saldo rekening secara teratur dan apabila ada penarikan uang yang aneh segera laporkan ke pihak bank. “Jangan terlalu sering mengakses akun bank anda karena rentan dibobol. Terakhir, daftarkan di bank anda setiap transaksi menggunakan dua jenis otentikasi,” pintanya.

Ke depan, karena seringnya kejahatan skiming  terjadi di Bali maka Unit Cyber Crime akan membentuk Satgas Antikejahatan Cyber yang melibatkan tim Cyber Polda Bali, vendor masing-masing ATM dan pihak bank.

“Semoga setelah terbentuk Satgas tersebut kejahatan skiming bisa dicegah dan ditekan. Sejak saya menjabat Kanit Cyber mengungkap dua kasus ini yaitu di Gianyar dan Buleleng, jumlah pelakunya empat orang,” harap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.