Pura Prajapati Desa Pekraman Denpasar direnovasi setelah palinggihnya rusak berat akibat tertimpa pohon pada 2017 lalu. (BP/ara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pura Prajapati Dalem Kahyangan Badung Desa Pakraman Denpasar, akhir tahun lalu tertimpa pohon. Akibatnya, sejumlah bangunan, baik tembok penyengker maupun palinggih rusak berat. Kini, pura tersebut kembali direnovasi serta melakukan penataan di halaman jaba pura. Renovasi menyeluruh ini diharapkan bisa rampung sebelum Hari Raya Galungan, Mei 2018 mendatang.

Salah seorang panitia pembangunan dan penataan Pura Prajapati Dalem Kahyangan Badung, Jro Mangku Agus Jimmy ditemui disela-sela pembangunan pura, Rabu (7/2) mengungkapkan, pembangunan pura ini akibat adanya kerusakan setelah tertimpa pohon tumbang, Nopember 2017 lalu. Saat itu, sejumlah palinggih serta tembok penyengker mengalami kerusakan. Karena itu, pengemong pura yang terdiri dari 15 banjar penyibeh sepakat untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Dikatakan, beberapa jenis pembangunan meliputi, perbaikan tembok penyengker setra yang merusak sepanjang 25 meter, tembok penyengker Pura Prajapati, palinggih Prajapati, palinggih Tajuk Prajapati, pembangunan bale piyasan, bale pesandekan/bale gong, serta penataan halaman. Halaman jaba pura yang sebelumnya lebih rendah dari badan jalan, kini juga ditinggikan. “Karena saat hujan turun, air tergenang di halaman pura, sehingga dilakukan peninggian,” ujar Mangku Agus Jimmy didampingi beberapa panitia lainnya.

Baca juga:  Penggalian Dana Renovasi Pura Tirta Amerta Lokha Kediri

Terkait dengan biaya pembangunan pura ini, pihaknya memprediksi akan memerlukan dana yang cukyup besar. Pada tahap I diperkirakan menghabiskan dana Rp 572 juta lebih, kemudian dilanjutkan pada tahap II dengan anggaran mencapai Rp 216 juta lebih, serta tahap III menelan dana sekitar Rp 2 miliar lebih. “Karena itu, pihaknya membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin mapunia untuk pembangunan pura ini bisa menyalurkan bantuannya melalui rekening BPD Bali dengan No Tabungan 039.02.02.03038-9 atas nama Pura Dalem Kahyangan Badung. Bisa juga langsung datang ke jaba pura,” katanya.

Serangakaian dengan renovasi pura ini, pihaknya juga berharap kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar untuk bisa membantu peromposan pohon yang ada di sekitar pura. Mengingat, di sekitar pura ini masih banyak pohon besar dan dikhawatirkan akan kembali tumbang ketika hujan turun. “Kami rencanakan pada radius 20 meter dari penyengker pura harus steril dari pohon besar. Kami khawatir peristiwa tahun lalu kembali terulang,” katanya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.