Salah satu sekolah di Klungkung sedang direhab. Pemkab Klungkung menargetkan perbaikan sekolah termasuk penyediaan sarana dan fasilitas bisa rampung 2019. (BP/dok)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Puluhan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Klungkung kekurangan sarana pendidikan. Untuk itu, Pemkab mengalokasikan miliaran rupiah untuk pengadaan.

Kasi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Klungkung, Nyoman Sukadana menjelaskan sesuai data terakhir, jumlah SD mencapai 150 yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida. Dari itu, sekitar 90 sekolah masih kekurangan sarana pendidikan. Seperti peraga olahraga, mata pelajaran matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). “Sebagian besar sarana pendidikannya belum memadai,” ungkapnya, Selasa (6/2).

Ditengah hal tersebut, proses belajar – mengajar untuk sementara memanfaatkan sarana yang diadakan pada 2010. Pengadaannya yang baru dilaksanakan tahun ini dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 5 miliar. “Sekolah ini masih memiliki. Tetapi ada yang rusak-rusak. Tidak bisa dipakai. Dengan anggaran itu, pemenuhannya bisa tuntas,” sebutnya.

Sementara itu, terkait dengan pengadaan buku perpustakaan, dinyatakan baru menyasar 44 sekolah yang dananya berasal dari pemerintah pusat. Kekurangan ruang guru atau kepala sekolah secara khusus maupun Unit Kesehatan Siswa (UKS) juga masih membelit sejumlah sekolah. Mengatasi itu, sementara waktu mengadaannya masih dilakukan dengan menyekat ruang kelas. “Kalau mengacu pada standar nasional, itu harus ada. Tetapi meskipun memanfaatkan ruangan lain, dengan diskat, aktivitas belajar tidak menggangu proses belajar-mengajar. Semua berjalan baik,” terangnya.

Baca juga:  Vaksinasi Pencegahan Kanker Serviks Terbentur Biaya

Disampaikan lebih lanjut, kekurangan ruang kelas pada jenjang SMP juga masih menjadi persoalan. Sesuai hasil pemetaan, kondisi itu membelit SMPN 2 Dawan sebanyak enam ruangan, SMPN 1 Semarapura SMPN 3 Semarapura masing-masing tiga ruangan dan SMPN 6 Nusa Penida sebanyak tiga ruangan dan dilakukan pembangunan tahun ini. Atas hal tersebut, untuk sementara sekolah menerapkan double shift. “Kalau SMPN 4 Nusa Penida tidak kurang kelas. Tetapi bangunannya rusak parah. Ini nantinya akan dibangun ulang,” sebutnya.

Sesuai target Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, paling lambat 2019 tidak ada lagi sekolah yang kekurangan sarana dan prasarana. Hal tersebut, oleh Sukadana optimis terealisasi jika anggaran yang diberikan langsung dalam jumlah besar. Pasalnya, untuk menuntaskan itu, sesuai perhitungannya, dibutuhkan sekitar Rp 40 miliar. “Kalau misalnya pagu anggaran diberikan Rp 10 miliar, kan sudah pasti tidak bisa tuntas,” pungkasnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.