burung
Kondisi buah jeruk yang dimakan burung cerukcuk (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Petani jeruk di Kintamani belakangan ini mulai terganggu dengan keberadaan burung cerukcuk. Pasalnya, burung ini kerap memakan buah jeruk yang masih berada di pohon hingga mengakibatkan buah jeruk rusak dan berguguran. Tak hanya jeruk, burung cerukcuk juga banyak menyerang tanaman buncis petani.

Seorang petani di Desa Mangguh Kintamani I Wayan Selamat Minggu (28/1) mengatakan, burung cerukcuk mulai banyak menyerang tanaman jeruk milik petani sejak beberapa waktu terakhir. Burung cerukcuk biasanya melubangi dan memakan buah jeruk yang sudah matang. Setelah selesai dimakan, sisa buah jeruk yang masih menggantung di pohon akan ditinggalkan begitu saja. Karena sudah rusak dan berlubang, biasanya buah jeruk sisa burung cerukcuk itu akan rontok berjatuhan beberapa hari kemudian.

Meski serangan burung cerukcuk pada tanaman jeruk cukup banyak, namun dampaknya dirasakan tidak seganas serangan hama lainnya seperti lalat kuning. Untuk mengatasi serangan burung cerukcuk, Selamat mengatakan petani jeruk sementara ini hanya bisa menghalaunya. “Untuk menanganinya petani hanya mengusirnya saja,” ujarnya.

Baca juga:  Yeh Mampeh Gunakan Lahan Desa, di Bantas Masih Tunggu Ijin Menteri

Menurut Selamat, banyaknya burung cerukcuk yang memakan buah jeruk petani diduga terjadi karena maraknya penggunaan pestisida yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan makanan burung cerukcuk. Pria yang pernah menjabat sebagai perbekel Desa Mangguh ini juga mengatakan, selain jeruk, tanaman lain yang sering diserang burung cerukcuk yakni buncis dan cabai. Buah buncis biasanya dipilih yang masih muda. Sama seperti jeruk, burung cerukcuk biasanya hanya memakan buah buncis yang ada di pohon setengahnya, tidak sampai habis. “Setelah setengah dimakan, kemudian dia pindah lagi cari buah buncis lainnya yang masih muda,” imbuhnya.

Petani jeruk lainnya di Desa Manikliyu Ketut Sandia juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengatakan burung cerukcuk mulai banyak memakan buah jeruk petani sekitar 2 bulan terakhir. “Biasanya yang dimakan yang sudah kuning-kuning, tapi tidak dihabiskan,” terangnya.

Menurutnya, banyaknya cerukcuk yang memakan buah jeruk petani disebabkan karena populasi burung itu yang terlalu banyak. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.