AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejak mengalami erupsi freatik pada November 2017, Gunung Agung masih mengalami erupsi. Tak pelak, masyarakat terdampak bencana tersebut masih tinggal di pengungsian. Saat ini pengungsi di Kabupaten Karangasem yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) zona 6 km dari puncak Gunung Agung kurang Iebih 11.484 jiwa tersebar di 163 titik.

Sebagai wujud komitmen PT Kimia Farma (Persero) Tbk (Perseroan) dalam tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan, Perseroan dan IIKKF (Ikatan lstri Keluarga Kimia Farma) bekerjasama dengan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan kepada warga pengungsi erupsi Gunung Agung di Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem. Perseroan juga memberikan bantuan berupa obat-obatan dan Iogistik berupa Iauk pauk dan sayuran untuk warga terdampak erupsi Gunung Agung.

Selain itu, Perseroan menggelar program Trauma Healing guna memulihkan kondisi traumatis para pengungsi terutama anak-anak dan memberikan bantuan tas beserta perlengkapan alat tulis kepada anak-anak pengungsi, sehingga anak-anak akan berlatih sabar, Iebih bahagia dan melupakan kesedihan yang mereka alami.

Program CSR yang bertema “Satu Langkah Kecil Wujudkan Masyarakat Sehat” ini dilaksanakan selama 2 hari mulai 27 hingga 28 Januari 2018. Setidaknya terdapat 1.194 jiwa dari tiga pos pengungsi di Desa Sibetan, dapat memanfaatkan Iayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan. Bantuan CSR disampaikan secara simbolis oleh Direktur Keuangan PT Kimia Farma (Persero) Tbk, IGN Suharta Wijaya kepada Bupati Karangasem, l Gusti Ayu Mas Sumantri, diwakili staf ahli Nengah Toya.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Kimia Farma terhadap saudara-saudara kami, warga terdampak erupsi Gunung Agung. Kami ingin memastikan saudara-saudara tetap dalam kondisi yang fit dan sehat meskipun tetap tinggal di pengungsian. Sehingga saudara-saudara bisa tetap menjalankan aktivitas dan bekerja dengan semangat lagi,” tutur Suharta saat penyerahan bantuan.

Baca juga:  Bawaslu Minta KPU Pastikan Hak Pilih Pengungsi Gunung Agung

Sebelumnya, Perseroan juga telah menyalurkan bantuan obat-obatan kepada warga terdampak erupsi Gunung Agung pada 25 September 2017. Perseroan berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak erupsi Gunung Agung. Perseroan terus berupaya ikut ambil bagian dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Indonesia, tidak hanya melalui produk-produknya saja akan tetapi juga melalui kegiatan CSR seperti ini.

PT Kimia Farma (Persero) Tbk adalah BUMN Farmasi terbesar di Indonesia dengan layanan Healthcare Company dari hulu ke hilir yang meliputi Pabrik, Manufaktur Bahan Baku Obat, Research & Development, Marketing, Bisnis Internasional, Trading & Distribution, Layanan Apotek, Diagnostik, dan Klinik Kesehatan. Perseroan saat ini memiliki anak perusahaan untuk mendukung bisnis utamanya yaitu PT Kimia Farma Apotek (retail kesehatan), PT Kimia Farma Trading & Distribution (trading & distribution), PT Sinkona Indonesia Lestari (manufaktur kina dan turunannya), PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (manufaktur bahan baku obat).

Hingga Desember 2017, Perseroan telah memiliki 1.000 jaringan Apotek, dengan 500 Klinik Kesehatan, 47 Laboratorium Klinik, 10 Optik dan memiliki 47 cabang Trading & Distribution.

Perseroan selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan solusi kesehatan yang terbaik bagi masyarakat. Contact center “Kimia Farma Care” di nomor 1-500255, dari Senin Minggu pukul 07.00 21.00 WIB (pulsa iokal). Dalam contact center tersebut, masyarakat dapat memperoieh berbagai informasi yang diperlukan, baik konsultasi obat secara langsung dengan Apoteker, lokasi apotek Kimia Farma terdekat dan informasi Iainnya. (adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.