Hanura
I Wayan Suyasa. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kisruh internal kader DPC Partai Hanura Klungkung terkait dukungan kepada Tjokorda Bagus Oka – I Ketut Mandia (Bagia) yang terkesan ngambang belum berakhir. Namun, hal tersebut tak membuat Ketua DPC, I Wayan Suyasa pusing. Ditengah hajatan politik ini, seluruh kader diminta tak terus ribut.

“Kader jangan paling sendiri. Kalau memang masih percaya dengan partai, tunggu rekomendasi,” ungkapnya, Kamis (11/1) kemarin.

Politisi asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini mengaku sampai saat ini belum memegang fisik rekomendasi dukungan terhadap paket Bagia. Dirinya hanya menerima informasi dari Korwil Bali, NTB, dan NTT Partai Hanura, I Kadek Arimbawa melalui pesan whatsap.

Hal tersebut membuat pihaknya tidak bisa mengambil langkah-langkah selanjutnya, termasuk meredam kekisruhan itu. “Saya kan perlu dasar. Kalau itu sudah ada, akan dikoordinasikan dengan PDI-P dan PKPI selaku pengusung paket Bagia,” ungkapnya.

Jika dukungan sudah jelas, dalam artian ada dasar tertulis dari Dewan Pimpinan Pusat, pihaknya akan konsolidasi secara internal. Saat itu juga dijelaskan alasan dukungan jatuh pada paket Bagia. Demikian pula dari DPC yang sejak awal mengusulkan untuk mengusung I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta). “Saya minta kader besabar. Jangan terus berpolemik,” katanya.

Suyasa menegaskan, jika keputusan soal dukungan sudah final, namun masih ada yang membangkang, kebijakan selanjutnya akan diserahkan ke DPP. DPC tidak memiliki kewenangan terkait itu. “Kalau partai pasti jelas. Kalau sudah keluar kebijakan, masih juga tidak cocok, ya kabur,” ucapnya.

Baca juga:  Pengaturan Proses Hukum Cakada Tersangka Lewat Revisi UU

Sebelumnya, pernyataan dukungan yang verbal kembali memicu ketidakpuasan dari kader partai di Klungkung, Dewa Gede Alit Saputra. Atas hal tersebut, dirinya memuntut pertanggungjawaban ke Korwil yang mengawal rekomendasi itu.

”Kemarin saya tidak jalan sendiri. Keputusan sebenarnya sudah jelas PAC dan DPC sepakat usung Suwasta. Pasukan kami seperti tergantung. Masak kita disuruh hadir ke Bagia tanpa ada rekomendasi. Ini bahasa apa? intruksi harus jelas,” katanya.

Rekomendasi seperti sirkus. Seperti pencak silat yang tak membawa senjata. Arimbawa (Korwil Bali, NTB dan NTT-red) datang ke Puri tapi tidak bawa rekomendasi. “Ini kan juga konyol.  Hanura Klungkung punya lima kursi tapi tidak ambil bagian dalam pesta. Saya minta pertanggungjawaban,” imbuhnya.

Keputusan tersebut dipandang membuat fraksi di DPRD Klungkung dirundung rasa dilema. Ia pun menegaskan, keikutsertaannya mengantarkan paket Suwasta pada pendaftaran ke KPU bukan sebagai bentuk perlawanan atau membelot dari partai. Justru sebagai bentuk protes kepada DPP. “Justru saya kasihan sama semua pengurus dan DPC Hanura Klungkung yang sudah jungkir balik berjuang dari awal. Namun keputusan dan aspirasi yang disampaikan tidak ditanggapi,” ujarnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.