paslon
Dewa Gede Alit Saputra. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Partai Hanura pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung telah mendukung Tjokorda Bagus Oka – I Ketut Mandia (Bagia) yang diusung PDI-P dan PKPI. Keputusan ini turun langsung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Hal tersebut menyebabkan terjadinya perpecahan di internal partai Hanura Klungkung. Terlihat dari adanya kader yang membelot untuk mendukung I Nyoman Suwirta – I Made Kasta (Suwasta).

Pernyataan dukungan terhadap Suwasta ditegaskan anggota Dewan Kehormatan DPC Partai Hanura Klungkung, Dewa Gede Alit Saputra. Bahkan itu langsung ditunjukkan dengan keikutsertaannya mengiringi pendaftaran bakal pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (9/1). Pria asal Lingkungan Kemoning, Semarapura Klod ini mengaku siap menerima segala resiko yang nantinya mengganjar.

“Saya siap menerima resiko. Saya mendukung Suwasta karena melihat hasil kerjanya. Sekarang memang belum sempurna. Tetapi kan lebih baik berikan kesempatan memimpin lagi untuk menyempurnakan,” tegasnya.

Terkait adanya arahan dari DPP untuk mendukung Bagia, ia pun sangat menyayangkan. Seharusnya hal seperti itu tetap berdasarkan dari pertimbangan yang disampaikan DPC. “Saya saya menyangkan keputusan itu. Yang tahu kinerja paslon, kami DPC. Yang punya massa kan DPC. DPP hanya punya legitimasi partai,” ungkapnya.

Baca juga:  Belasan Ribu Penduduk Klungkung Belum Rekam E-KTP

Selain dirinya, diyakini masih ada kader partai yang dukungannya mengarah ke Suwasta. Hanya enggan disebutkan demi menghindari polemik. “Ada yang ikut. Tapi saya tak mau menyebutkan. Biar tidak salah,” imbuhnya.

Ketua DPC Partai Hanura Klungkung, I Wayan Suyasa tak menampik adanya pembelotan dukungan kader, hanya tidak banyak. “Ada seperti itu, tapi tidak banyak. Hanya satu dua. Masih banyak kader yang komitmennya kuat,” katanya.

Mengingat itu akan mempengaruhi wibawa partai, pihaknya segera menggelar pertemuan dengan kader maupun pengurus. “Ini kan keputusan DPP. Kader akan dkumpulkan. Ini harus disikapi,” sebutnya.

Jika terbukti membelot, DPC akan memberikan teguran kepada yang bersangkutan. Soal sanski lebih lanjut, menunggu intruksi dari DPP. Disisi lain, diinyatakan soal usung – mengusung, ia tidak ada membuat kesalahan. “Saya sudah berkomunikasi ke DPD dan DPP. Saya sebenanrnya tidak ada kesalahan. Yang kekurangan hanya direkomendasi,” pungkasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.