bocah
Bocah korban senapan angin sedang dirawat di rumah sakit. (BP/ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang bocah berusia sembilan tahun di Banjar Yeh Mampeh Desa Batur Selatan, Kintamani terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah pelipis kanannya terkena peluru dari senapan angin yang dipegangnya. Kejadian itu terjadi saat korban hendak mengambil senapan angin milik milik orang tuanya untuk dibawa pulang usai menyabit rumput di tegalan miliknya, Rabu (27/12) sore.

Informasi yang dihimpun Kamis (28/12) menyebutkan, kronologis kejadian bermula saat saksi I Wayan Suardika (15) bersama korban Made Dwiguna Ariasa berangkat ke kebun untuk menyabit rumput sekaligus berburu. Saksi dan korban yang berangkat ke tegalan miliknya sekitar pukul 16.00 wita membawa sebuah senapan angin milik orang tuanya. Saat ditinggal menyabit rumput, senapan tersebut ditaruh di sekitar tempatnya menyabit rumput dalam keadaan masih berisi peluru.

Selanjutnya sekitar pukul 16.30 wita, saksi dibantu korban yang sudah selesai menyabit mengangkat rumputnya ke atas sepeda motor. Setelah rumput berada di atas sepeda motor, korban Dwiguna Ariasa kemudian mengambil senapan angin yang sebelumnya disimpan di tanah sekitar TKP.

Baca juga:  Ini, Kronologi Bocah 3 Tahun Nyemplung ke Sumur

Diduga karena kurang hati-hati saat mengambil, senapan tersebut meletus dan pelurunya mengenai pelipis kiri korban.

Saksi yang mengetahui kejadian itu lantas menolong adiknya dan membawa korban ke puskesmas terdekat dan selanjutnya dirujuk ke RS Bangli. Namun karena peluru yang bersarang di pelipis korban tidak berhasil dikeluarkan, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah Denpasar untuk menjalani operasi pengangkatan peluru.

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi seizin Kapolres AKBP IGN Ade Panji Anom mengatakan kejadian tersebut sudah ditangani Polsek Kintamani. Barang bukti berupa senapan angina juga sudah diamankan petugas. “Kondisi korban sampai saat ini masih belum sadarkan diri,” kata AKP Sulhadi. (dayu rina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.