gita aksara
Belajar gita aksara. (BP/kmb)
DENPASAR, BALIPOST.com – Penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar bekerja sama dengan WHDI Bali dan Bali TV mengadakan kegiatan pelestarian aksara Bali dengan Tema “Ngiring Malajah Gita Aksara” (mari belajar gita aksara). Acara yang diikuti siswa SD dan SMP se- Kota Denpasar ini dilaksanakan pada Minggu (24/12), bertempat di Gedung Pers Bali Ketut Nadha.

Ketua WHDI Provinsi Bali, Ny. Bintang Puspayoga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan sebagai upaya pelestarian Budaya Bali, khususnya Aksara Bali. Belajar Aksara Bali sambil magending Bali ini adalah suatu kegiatan inovatif dan kreatifitas yang luar biasa yang dapat menumbuhkan minat belajar anak –anak dalam hal nyurat aksara Bali.

“Semoga acara – acara seperti ini kedepannya secara berkesinambungan dapat dilaksanakan. Siapa yang harus melestarikan kalau bukan kita yang menggali, mengembangkan, dan melestarikan Budaya Bali khususnya nyurat aksara Bali,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Made Merta, M. Si. Belajar Gita Aksara adalah suatu ide kreatif yang sangat perlu dikembangkan dan kedepannya diharapkan dapat ditiru oleh instansi –instansi terkait. Tujuannya, selain mengisi jeda semester anak-anak, juga sebagai pelestarian budaya Bali khususnya dalam Nyurat Aksara Bali.

Baca juga:  Tabanan Tampilkan Empat Kesenian di Anjungan Bali TMII Jakarta

“Modelnya belajar sambil bernyanyi, tentu hal yang sangat positif yang perlu dikembangkan karena sebagai pelestarian budaya dan pelatihan pengenalan aksara Bali sejak dini kepada anak-anak. Dengan model belajar seperti ini, belajaraksara Bali akanmenyenangkan,” katanya.

Made Mertamenambahkan, Ide seperti ini juga diharapkan dikembangkan dalam kegiatan pasraman baik yang dilaksanakan disekolah maupun desa pakraman. Harapannya, proses ini dapat dilanjutkan dan tentu nantinya ada evaluasi sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami.

Koordinator penyuluh Bahasa Bali Kota Denpasar, Gusti Ayu Widyarti, S.S.,M.Pd., mengharapkan acara seperti ini dapat kembali diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya. Tujuannya, selain mengisi jeda semester anak- anak juga sebagai pelestarian budaya Bali melalui pengenalan aksara Bali dan gending Bali. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.