Penyebrangan
Aktvitas penyebrangan dari Pantai Tribuana ke Nusa Penida. Rabu (20/12), wilayah tersebut dilanda gelombang tinggi, sehingga aktivitas itu terganggu. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Gelombang tinggi melanda kawasan pesisir Kabupaten Klungkung, Rabu (20/12) pagi. Kondisi ini menyebabkan aktivitas penyebrangan dari Desa Kusamba, Kecamatan Dawan ke Kepulauan Nusa Penida maupun sebaliknya terganggu. Bahkan, berbagai jenis barang gagal terangkut dan penumpang dialihkan ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem.

Pengawas Pelabuhan Tribuana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Made Suardika menjelaskan gelombang tinggi berlangsung sejak pukul 07.00 Wita, bertepatan dengan hujan lebat disertai angin kencang.

Akibat hal itu, penyebarangan yang seharusnya empat trip, tak seluruhnya berjalan mulus. “Yang bisa nyebrang pagi tiga trip. Satu lagi tidak bisa. Ketinggian gelombang sekitar dua meter. Terpaksa penumpanganya dialihkan ke Padangbai. Disana gelombang lebih kecil,” jelasnya.

Penyebarangan siang juga turut tertunda. Sebab, gelombang tetap belum mendukung. “Yang tiinggi gelombang pantai. Kalau di tengah, masih lebih baik. Jadinya untuk siang kami tunda dulu. Menunggu situasi membaik,” sebut pria yang juga pegawai sebagai pegawai Dinas Perhubungan Klungkung ini.

Baca juga:  Gelombang Tinggi, Muatan Kapal ke Nusa Lembongan Terpaksa Dikurangi

Ditengah cuaca yang tak menentu, beban boat atau jumlah penumpang juga turut dikurangi, dari 55 orang menjadi 45 orang. Untungnya, sejauh ini belum terjadi kecelakaan laut akibat kondisi tersebut. “Mudah-mudahan cuaca cepat membaik,” imbuhnya.

Hal senda juga disampaikan pengawas penyebrangan di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Safrudin. Gelombang tinggi mengakibatkan aktivitas angkut barang, salah satunya material bangunan ke Kepulauan Nusa Lembongan terhambat. Bahkan, tak sedikit yang harus menumpuk di pelabuhan. “Beban angkut juga dikurangi. Secara otomatis menyebabkan barang menumpuk,” bebernya.

Saat cuaca normal, dalam setengah hari, penyebrangan dari pelabuhan itu bisa berlangsung 6 kali. Namun situasi berbeda dengan kemarin, yang hanya satu kali. Bahkan, untuk aktivitas siang terpaksa ditutup untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. “Penyebrangan memang terganggu. Jumlahnya berkurang. Tidak seperti biasanya,” pungkasnya. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.