Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika Ananta di Jakarta, Senin (18/12), memaparkan tentang persediaan uang tunai BNI terkait libur Nataru. (BP/ist)
JAKARTA, BALIPOST.com – BNI menyiapkan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan transaksi yang diperlukan oleh masyarakat selama masa liburan akhir tahun yang diperkirakan meningkat 10%. “BNI memperkirakan kebutuhan uang tunai menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 mencapai sekitar Rp 9,723 triliun,” kata Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob Tyasika Ananta di Jakarta, Senin (18/12).

Pada momentum Nataru ini pula, kata Bob, BNI mengoperasikan sebanyak 202 outlet untuk memberikan layanan perbankan, berupa Setoran BBM/Non BBM, Setoran/Penarikan Rekening BNI, Pemindahbukuan Antar Rekening BNI, hingga menyediakan layanan Setoran Penerimaan Negara.

Operasional terbatas yang dilaksanakan BNI tersebut, kata Bob, tetap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang hendak bertransaksi pada masa liburan akhir tahun yang berlangsung sejak 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018. “BNI tetap mengoperasikan kantor-kantor cabang antara 21 hingga 202 outlet di seluruh Indonesia,” paparnya.

Baca juga:  BNI & Pelindo III Terbitkan Kartu E-Port, Uang Elektronik Khusus Pelabuhan

Bob mengungkapkan, Weekend Banking BNI beroperasi di 76 outlet pada tanggal 23 Desember 2017 dan 21 outlet pada tanggal 24 Desember 2017. Operasional terbatas di sebanyak 77 outlet juga dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa, 25 dan 26 Desember 2017 atau pada saat libur bersama perayaan Natal 2017.

BNI juga membuka operasional terbatas pada tanggal 25-26 Desember 2017 dan 1 Januari 2018 sebagai komitmen BNI kepada Pertamina untuk mendukung kelancaran distribusi BBM atau Non BBM sehingga BNI melayani transaksi pembayaran setoran BBM atau Non BBM. Adapun pada yang tanggal 30 Desember 2017, membuka layanan terbatas untuk memberikan layanan penyetoran penerimaan negara kepada wajib pajak atau wajib bayar atau wajib setor yang akan menunaikan kewajiban pembayaran penerimaan negara akhir tahun, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran akan terjadinya keterlambatan pembayaran. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.