TABANAN, BALIPOST.com – Intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan setengah badan jalan di ruas jalan Wibisana dan trotoar tepat di depan kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan amblas akibat digerus air hujan. Tak hanya itu, penyengker rumah dan pelinggih milik warga nyaris ikut terseret.

Akibatnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui, kalaupun ada para pengguna kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas. Sekitar 15 meter bibir jalan Wibisana yang berada di jalan turunan depan Kantor DPBD lebih rendah dibandingkan jalan sekitarnya.

Aspal jalan terlihat retak-retak dan amblas. Sementara trotoar juga ikut terbelah karena tanah di bagian bawahnya tergerus air saat hujan lebat.

Menurut warga setempat, saat hujan air sangat besar mengalir dari jalan Dharmawangsa timur kantor bupati ke selatan menuju Jalan Wibisana. Drainase yang ada tidak mampu menampung air sehingga meluap ke jalan. “Air menggerus bagian bawah jalan sehingga ambles bersama trotoar, bahkan pelingih dan apit surang warung di depan juga nyaris ikut terseret,” ungkap saksi yang juga Satpam di kantor DPMD Tabanan.

Baca juga:  Pusat Kaji Pengaspalan Jalan di Hutan Segara Rupek

Mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan termasuk kecelakaan bagi pengguna jalan, bibir jalan yang ambles dipasangi tanda dari tali yang diikatkan pada kayu yang ditancapkan. Namun demikian, jalur tersebut tetap berbahaya terutama di malam hari yang relatif gelap, karena minim penerangan jalan.

Belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. Kalau tidak segera dilakukan perbaikan dikhawatirkan rumah warga bisa ikut terseret.

Dihubungi terpisah, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penata Ruang dan Kawasan Pemukinan (PUPRKP) I Made Yudiana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Bagian bawah jalan tergerus air saat hujan deras, jadi jalan amblas,” jelasnya, Kamis (7/12). (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.