gempa
Gunung Agung terus mengeluarkan asap berwarna kelabu dan sudah dinaikkan statusnya ke level IV. Warga di 16 desa KRB diminta mengungsi. (BP/edi)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Gunung Agung kini sudah memasuki fase kritis. Hal itu menyusul terjadinya tremor overscale yang terjadi selama 30 menit mulai pukul 13.30 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG/BG KSDM I Gede Suantika, Selasa (28/11).

Suantika mengungkapkan, alat seismograf baru kali ini merekam terjadinya mulai 13.30 Wita sampai 14.00 Witas di stasiun di seluruh Gunung Agung. Dia menjelaskan, dengan munculnya tremor overscale mengindikasikan Gunung Agung memasuki fase kritis. Dengan adanya tremor overscale ini, aliran magma ke atas sudah semakin besar.

“Saat ini Gunung Agung sudah memasuki fase kritis. Artinya gunung akan terjadinya erupsi yang lebih besar. Dan volume atau material vulkanik yang keluar akan jauh lebih besar,” tegas Suantika.

Menurut Suantika, kemungkinan ada dua cara keluarnya magma ini, yakni keluar secara efusif yang artinya magma tetap akan memenuhi kawah dulu baru meleh ke bawah dan akan jatuh mejadi aliran lava yang diikuti awan panas berguguran dan keluarnya secara seketika atau eksplosif. Jika kelaur secara eksplosif kemungkinan awan panas sudah terbentuk.

Baca juga:  Pengungsi di Klungkung Capai Sepuluh Ribuan, Relawan Distribusi Logistik Dibutuhkan

Dia menjelaskan, sekarang magma sudah naik terus. Dia menjelaskan dengan adanya tremor evorscale, membuat letusan yang terjadi tinggal menghitum jam. “Hanya kita belum tahu kapan. Indikasinya untuk terjadi letusan yang lebih besar sudah kuat. Jika terjadi letusan volume yang keluar lebih besar,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan laporan petugas PVMBG jika dari di Utara tepatnya di Desa Dukuh sudah ada lemparan material batu dari puncak Gunung Agung. Dimana ukuran batu yang terlempar itu lebih besar dari genggaman tangan. “Lemparan batunya mengarah ke Utara karena dinding Gunung lebih rendah. Jarak Gunung Agung dari desa itu sekitar 4 kilometer,” pungkasnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.