PLN
Ilustrasi jaringan listrik. (BP/dok)
MANGUPURA, BALIPOST.com – Keberadaan kabel yang melintang menghiasi langit di Kabupaten Badung, sedikit demi sedikit bakal dipindahkan ke bawah tanah. Program ini akan di mulai dari kawasan pariwisata Kuta sepanjang 1 kilometer di 2018.

Program yang telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 tahun 2016 Tentang Utilitas Terpadu ini kabarnya dianggarkan sebesar Rp 30.006.842.000,00 dan pengawasan sebesar Rp 355.315.600,00.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang (PUPR) Badung, Sang Nyoman Oka Permana, mengakui anggaran untuk proyek penurunan kabel PLN dan telokomunikasi ini masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan belanja Daerah (APBD) kabupaten Badung tahun 2018.

“Iya… tahap awal akan dibangun sepanjang 1 kilometer di kawasan seminyak, Kuta. Luasnya 1,8 mter kali 2 meter sepanjang 1 kilometer dengan memakai box,” ungkap Oka Permana, Rabu (22/11).

Menurutnya, rencana pemindahan kabel ke bawah tanah ini terus digenjot, sehingga saat realisasi dapat dikerjakan dengan baik dan bagus. “Pembangunnya hanya diperuntukan untuk penurunan kabel PLN dan Telokomunikasi. Untuk Pipa PDAM dan DSDP kan sudah ada tersendiri,” katanya.

Baca juga:  Pantai Kuta Darurat Sampah

Seperti diketahui, wilayah Badung selama ini dikotori oleh kabel-kabel yang bergelantungan. Jalan-jalan di Kabupaten Badung juga kerap dibuat compang camping oleh galian pipa. Kalau jaringan utilitas terpadu jadi, maka semua utilitas baik milik pemerintah maupun swasta harus memanfaatkan jaringan tersebut.

Karena itu, jajaran wakil rakyat di DPRD Badung mendorong seluruh wilayah Badung harus menggunakan  jaringan utilitas ke depannya. Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Badung, I Wayan Mendra. Pria yang juga Ketua Pansus Jaringan Utilitas Terpadu DPRD Badung itu mengatakan sudah saatnya seluruh wilayah Badung menggunakan jaringan utilitas terpadu ini. Sebab, Badung sebagai daerah pariwisata wajib bersih dan rapi dari jaringan utilitas, baik kabel maupun pipa.

Menurut Mendra selama ini ruas-ruas jalan di Badung kerap dijejali oleh kabel-kabel bergelayut milik PLN maupun telkom termasuk galian pipa PDAM. Kedepan dengan adanya utilitas terpadu, maka semua jaringan tersebut harus dalam satu wadah.

“Harapan kami kedepan semua harus memakai utilitas terpadu. Namun tahap awal kami harapkan Kuta, Nusa Dua dan Mengwi jadi prioritas dulu,” pungkasnya.(parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.