mabes
Asops Kapolri Irjen Pol. Mochammad Iriawan saat aplikasi peringatan dini online Gunung Agung.(BP/rah)
DENPASAR, BALIPOST.com – Gejala erupsi Gunung Agung mendapat perhatian serius Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian. Mabes Polri menyiapkan 1.200 personel Pelopor Brimob yang mempunyai kualifikasi SAR. Selain itu anggaran kontijensi Rp 5 miliar lebih siap digelontorkan ke Polda Bali dan aplikasi peringatan dini online siap digunakan.

“Kami khusus ke Bali untuk sosialisasi aplikasi ini. Tujuannya membantu masyarakat (Karangasem-red) jika  Gunung Agung benar-benar erupsi. Tekan satu tombol saja, maka semua handphone android yang menggunakan aplikasi ini akan bunyi. Mudah-mudahan tidak sampai erupsi,” ujar Asops Kapolri Irjen Pol. Mochammad Iriawan di Mapolda Bali, Kamis (19/10).

Aplikasi tersebut, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya ini, akan diserahkan dan dikendalikan oleh Badan Vulkanologi yang memantau perkembangan Gunung Agung. Jika terjadi erupsi, petugas Badan Vulkanologi akan memencet aplikasi itu dan semua HP android yang ada aplikasi tersebut akan bunyi. Dengan demikian diharapkan masyarakat lebih cepat menyelamatkan diri.

“Saat erupsi Gunung Merapi, banyak korban jiwa karena salah satu faktor tidak ada peringata dini. Belajar dari kejadian itu, kami membuat aplikasi ini untuk Bali. Semua HP android bisa mengakses aplikasi ini,” tegasnya.

Baca juga:  Di Posko Ulakan, Jokowi Prihatin Nasib Anak-anak Pengungsian

Jenderal bintang dua di pundak ini mengungkapkan, terkait pengerahkan pasukan Brimob dari Mabes Polri tersebut, menunggu permintaan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Selain itu, Mabes Polri juga menyiapkan 120 mobil double cabin, tenaga kesehatan, kapal laut dan helikopter.

“Kalau Kapolda Bali minta sekarang, langsung kami kerahkan. Kan Kapolda Bali tetap jadi pengendali dan kami hanya menyiapkan sesuai kebutuhan. Kalau dirasa masih kurang, kami sudah siapkan 2.519 personel dari berbagai fungsi dan satker,” ungkap Irjen Iriawan.

Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Golose mengungkapkan pihaknya tetap bekerja sesuai SOP. “Kalau ada tambahan teknologi lebih baik lagi. Tapi semua masyarakat punya HP (android-red). Sampai saat ini kita belum tahu kapan erupsinya,” tegasnya.

Yang paling penting, lanjut Kapolda, berupaya meminimalisir jumlah korban bila terjadi erupsi. Saat ini pihaknya menjaga harta benda pengungsi. “Kalau memang perlu bantuan, pasti saya minta,” ujar Kapolda,  didampingi Wakapolda Brigjen Pol. Gede Alit Widana.(kerta negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.