LAMONGAN, BALIPOST.com – Warga Desa Lukrejo, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan memliki tradisi unik saat bersedekah bumi dan memperingati hari meninggalnya Mbah Lukman Hakim, sesepuh desa. Tradisi tahunan ini juga diisi dengan kegiatan tabur uang serta rebutan tumpeng raksasa berisi hasil bumi. Tak hanya itu terdapat pula pagelaran reog.

Ratusan warga akan saling berebut gunungan hasil bumi setelah didoakan oleh tokoh agama setempat di area makam Mbah Lukman Hakim. Anak-anak, orang dewasa, serta ibu rumah tangga nampak tidak sabar menanti tumpeng raksasa berisikan gunungan hasil bumi, seperti buah dan sayuran, yang dipercaya membawa berkah.

David, salah satu warga, mengaku senang telah mendapatkan isi dari tumpeng yang berisi gunungan hasil bumi setelah berjibaku dengan ratusan orang lainnya. Sebelum diperebutkan, tumpeng raksasa berisi hasil bumi tersebut terlebih dahulu diarak keliling desa dengan diiringgi reog serta musik tradisional.

Baca juga:  Tradisi "Nyakan Diwang" di Kayuputih

Menurut Kepala Desa Lukrejo, Sarnawi, tradisi sedekah bumi ini dilakukan warga setempat turun-temurun sejak ratusan tahun lalu dengan berbagai kegiatan. Seperti rebutan hasil bumi dan tabur uang. Selain itu, warga juga mengorbankan 174 ekor kambing yang semuanya dilakukan kaum pria, mulai menguliti, memasak hingga membuat bumbu.

Sebagai penutup acara, ratusan warga disuguhi atraksi reog di pendopo area makam Mbah Lukman Hakim dan tabur uang. Meski terkesan menghambur-hamburkan uang, namun warga berkeyakinan bahwa dengan melempar uang nasib sial akan ikut terlempar.

Bagi setiap warga yang berkecukupan secara materi diharap untuk melakukan tabur uang. Hal ini dilakukan sebagai bentuk ngalap berkah atau mencari berkah agar terjauh dari segala mara bahaya. (kmb/surabayatv)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.