Gunung Agung. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Sejak beberapa hari lalu semenjak Gunung Agung berstatus awas, asap atau solfatara yang keluar melalui rekahan-rekahan dari dasar kawah terus terjadi. Bahkan pada Sabtu (7/10) pagi asap yang keluar dari dasar kawah mulai ada perubahan warna dari putih menjadi agak kegelapan.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Sabtu (7/10), mengungkapkan, asap yang keluar masih dominan berwarna putih. Tapi sekarang ini asap yang keluar mulai ada perubahan warna agax gelap dari sebelumnya.

Dengan ketinggian masih kisaran 50-200 meteran. “Asap yang keluar dominan masih putih. Tapi mulai ada perubahan warna ke gelap-gelapan. Yang keluar masih gas. Bukan abu,” ungkap Devy Syahbana.

Menurut Syahbana, dengan terus kelaurnya asap atau solfatara tersebut menunjukkan, kalau gas yang kelaur dari kawah sudah lumayan banyak. Meski begitu, bukan berarti gas sudah habis di bawah. “Kalau gas keluar terus biasanya tekananya sedikit menurun. Tapi bukan habis. Karena gempa yang terjadi masih cukup tinggi.,” katanya.

Baca juga:  Naik ke Level Awas, Sekolah di Rendang Mulai Diliburkan Sedangkan Pasar Normal

Dia menjelaskan, aktivitas kegempaan yang terjadi terus mengalami peningkat. Bahkan per Jumat (6/10) kegempaan yang terjadi sampai 1000 lebih. Dia menjelaskan untuk gempa vulkanik dalam terjadi sebanyak 601, vulkanik dangkal (350), tektonik lokal (72) dan tektonik jauh 2.

“Bahkan jumlah gempa kemarin (Jumat red) paling tinggi dibandingkan dengan jumlah gempa sebelumnya. Ini artinya magma yang berada di dalam kawah belum menyarah dan terus ingin menerobos ke permukaan. Karena kalau lapisan lempeng sudah tidak kuat menahan energi dari dorongan magma itu, saat itulah bakal terjadinya letusan. Tapi sampai sekarang masih bisa bertahan menahan dorongan itu,” jelas Devy Syahbana. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.