material
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta monev proyek penataan goa Jepang, Senin (2/10). (BP/kmb)
PROYEK fisik terus di genjot Pemkab Klungkung, termasuk tahun ini. Guna mengetahui realisasinya, Bupati I Nyoman Suwirta melaksanakan monev, Senin (2/10). Ia yang didampingi Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Ketut Suayadnya dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Kabupaten Klungkung, I Gusti Nyoman Supartana meminta pengerjaanya bisa tuntas tepat waktu. Berkurangnya ketersediaan material menyusul situasi Gunung Agung juga diharapkan dapat teratasi pelaksana.

Monev yang dimulai pukul 08.30 Wita ini menyasar penataan Tempat Wisata Goa Jepang, pembangunan ruang kelas SDN 1 dan SMPN 1 Banjarangkan, Pembangunan jembatan di Desa Bungbungan dan Desa Sulang, peningkatan jalan di Dusun Takedan Desa Selat, Pembangunan bangunan Penunjang Pura Watu Klotok, meninjau tempat pengolahan sampah menjadi briket di Desa Gunaksa, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Dawan 1.

Bupati asal Nusa Ceningan ini menyatakan sesuai hasil pantauannya, semua proyek sudah berjalan, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu ditekankan, baik kepada rekanan maupun OPD terkait terutama dalam hal koordinasi. Itu harus berjalan secara maksimal.

Baca juga:  Alami Gangguan Penglihatan Sejak Remaja dan Sebatang Kara, Kisid Didaftarkan Penerima KIS

Pada kesempatan itu, ketersediaan material juga ditemukan masih cukup banyak. Namun demikian, hal ini harus  tetap mendapat perhatian secara berkelanjutan dari pelaksana. Sebab ditengah situasi Gunung Agung yang tak kondusif, tak menutup kemungkinan ketersediaannya kedepan terganggu.

“Jangan kekurangan material digunakan sebagai alasan untuk tidak menyelesaikan proyek tepat waktu. Jangan sampai termin sudah cair tetapi dengan alasan cost mayor  material tidak ada, pekerjaan tidak bisa selesai sesuai target,” tegasnya.

Instansi terkait juga diminta untuk terus memonitor perkembangan proyek. Hasil monev ini akan dituangkan ke dalam laporan atau instruksi secara tertulis untuk diteruskan dan kemudian ditindaklanjuti oleh OPD terkait maupun para rekanan. “Ini harus diawasi,” pintanya.

Kesulitan material salah satunya terjadi pada SDN 1 Banjarangkan yang pengerjaannya dengan swakelola. Namun demikian, Kasek setempat, Ni Wayan Srinati mengaku sudah mendorong pelaksana untuk bisa menuntaskan tepat waktu. “Kami sudah minta biar material terus tersedia,” tandasnya. (kmb/balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.