TABANAN, BALIPOST.com – Beragam cara dilakukan oleh masyarakat untuk bisa menggalang dana yang nantinya akan disalurkan untuk bisa membantu krama Karangasem yang tengah mengungsi akibat aktivitas Gunung Agung. Mulai dari aksi ngamen turun ke jalan raya, penggalangan dana langsung dari sejumlah instansi, hingga kegiatan dalam bentuk seni budaya Bali.

Seperti yang dilakukan Karang Taruna Dharma Laksana, Desa Kukuh, kecamatan Marga, Tabanan ini yang lebih memilih dengan cara menampilkan atraksi ngelawang Barong Bangkung untuk aksi peduli Gunung Agung. Kegiatan yang digelar mulai Selasa lalu, tampaknya mendapat respon positif masyarakat desa setempat. Dana yang terkumpul tersebut nantinya akan dijadikan barang untuk disalurkan ke pengungsi di desa Kukuh dan sejumlah lokasi lainnya.

Ketua Karang Taruna Desa Kukuh, I Gede Yoga Sastrawan mengatakan jika pihaknya menggerakkan anggota sekaa teruna di 12 banjar adat dan anak-anak sekolah untuk mengetuk hati masyarakat peduli bencana Gunung Agung. “Bukan berapa nominalnya yang berhasil kami kumpulkan, akan tetapi lebih kepada besarnya rasa kepedulian kami untuk sesama,” terang Yoga, Kamis (28/9).

Kegiatan penggalangan dana bernuansa budaya tersebut dibagi dua, ngelawang barong dan ngamen yang diselenggarakan berbarengan. Dan hanya berlangsung selama dua jam, terkumpul dana sebesar Rp 2,3 juta.

Yoga menambahkan, aksi kemanusiaan itu mendapat dukungan dari anggota sekaa teruna yang tergabung dalam karang taruna dan Perbekel Desa Kukuh. “Perbekel turun langsung ngelawang dan ngamen,” ungkap Yoga.

Baca juga:  Komunitas Kuliner Denfest Sumbang Punia untuk Pengungsi Gunung Agung

Sementara di malam kebersamaan Banjar Lodalang, secara spontanitas Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra menggelar aksi peduli Gunung Agung. Dana yang terkumpul sebanyak Rp 1.844.000. “Dananya akan kami belikan barang untuk disumbangkan kepada pengungsi yang tinggal di banjar kami,” ungkap Kelian Dinas Lodalang, Ketut Sukayadnya.

Bantuan yang disalurkan disesuaikan kebutuhan pengungsi agar tepat sasaran.

Sementara Perbekel Desa Kukuh, Made Sugianto menerangkan, hingga Kamis, jumlah pengungsi di wilayahnya sebanyak 65 orang. Mereka tersebar di lima banjar masing-masing Banjar Dinas Lodalang, Banjar Dinas Tengah, Banjar Dinas Munggal, Banjar Dinas Tegal, dan Banjar Dinas Tatag. Para pengungsi telah mendapatkan bantuan dari masyarakat setempat, siswa di SDN 1, SDN 3, dan SDN 4 Kukuh, serta alumni SMAN 1 Penebel, Tabanan. “Petugas Puskemas Marga II juga telah turun ke lokasi pengungsian untuk cek kesehatan para pengungsi. Bayi, balita, ibu hamil, dan lansia dipantau petugas kesehatan,” jelas Sugianto.

Bahkan untuk siswa pengungsi juga sudah mulai kembali belajar di dua SD dan SMPN 2 Marga di Kukuh. Di SDN 3 Kukuh ada 1 siswa pengungsi dari SDN 3 Datah, Karangasem dan di SDN 4 Kukuh ada 6 siswa pengungsi. Sementara di SMPN 2 Marga sebanyak dua siswa pengungsi. Mereka telah menggunakan pakaian seragam sumbangan dari guru setempat dan masyarakat. “Anak-anak sekolah sudah mulai mengikuti pelajaran sejak Rabu (27/9),” terang Sugianto.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.