Petugas memasang tiltmeter di Pos Pemantauan Gunung Agung di Rendang. (BP/ant)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyebut Gunung Agung ialah gunung api yang berkategori paling eksplosif di Indonesia, di atas Gunung Merapi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Gunung itu terakhir meletus pada 1963 dan dampaknya paling dahsyat dibanding gunung-gunung lain.

Gunung Agung adalah gunung tertinggi di Pulau Bali. Dahulu setinggi 3.142 meter di atas pemukaan laut (Mdpl), lalu turun menjadi 2.920-3.014 Mdpl setelah meletus pada tahun 1963. Puncak Gunung Agung terletak di bagian barat daya, tepat di atas Pura Besakih.

PVMBG tak dapat memperkrakan waktu pasti Gunung Agung meletus dan sedahsyat apa jika benar erupsi; lebih dahsyat daripada tahun 1963 atau sebaliknya. Namun PVMBG telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera mengevakuasi warga yang berada di radius sembilan kilometer dari puncak Gunung.

Sejauh ini memang belum ada tanda-tanda Gunung Agung bakal erupsi lebih dahsyat dibanding pada 54 tahun lampau. Tapi sebagai antisipasi situasi terburuk, zona merah di gunung itu harus dikosongkan dari aktivitas warga.

Baca juga:  Kenali Bahaya Erupsi Gunung Agung, Ini Tips Menghadapinya

Gunung vulkanik tipe monoconic strato itu termasuk gunung muda dan sempat tidur panjang selama 120 tahun sampai meletus pada 1963. Periode istirahatnya yang paling pendek 13 tahun dan terpanjang 120 tahun.

Tak banyak catatan tentang letusan Gunung Agung, hanya tercatat empat kali meletus sejak tahun 1808, yakni :

1808 – Pada tahun itu Gunung Agung melontarkan abu dan batu apung dengan jumlah luar biasa.

1821 – Gunung Agung meletus lagi. Letusannya disebut normal tetapi tak ada keterangan terperinci.

1843 – Gunung Agung meletus lagi, didahului sejumlah gempa bumi, kemudian memuntahkan abu vulkanik, pasir, dan batu apung.

1963 – Gunung Agung meletus lagi dan dan tercatat berdampak sangat merusak. Korban tercatat 1.148 orang meninggal dan 296 orang luka. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.