AMLAPURA, BALIPOST.com – Setelah adanya informasi resmi kenaikan level siaga menjadi awas, semua masyarakat Karangasem kaget dan semakin panik. Kekacauan itu salah satunya sempat terjadi di RSUD Karangasem. Puluhan pasien kaget dan ketakutan, meminta segera dirujuk hingga minta pulang paksa.

Pihak rumah sakit harus berupaya keras menenangkan para pasien saat itu. Direktur RSUD Karangasem dr. I Wayan Suardana, Sabtu (23/9) siang tadi, mengatakan menyikapi status awas Gunung Agung, pihak rumah sakit segera mengambil langkah-langkah. Pertama, meminta seluruh tenaga medis memastikan keselamatan keluarganya. Kemudian, fokus melakukan pelayanan di rumah sakit, khususnya memberikan informasi yang benar tentang situasi terkini di lapangan.

Gara-gara situasi malam kemarin, ditambah bumbu informasi hoax di media sosial yang menyebut Gunung Agung sudah meletus, membuat pasien benar-benar panik. Dalam situasi tersebut, pihaknya berupaya meyakinkan para pasien, dengan meluruskan informasi hoax, bahwa Gunung Agung tidak erupsi, meski status aktivitas vulkanik Gunung Agung sudah naik level IV atau awas.

“Kami jelaskan, rumah sakit ada di lokasi yang aman, sesuai dengan peta kebencanaan yang dikeluarkan Badan Geologi. Sampai saat ini, ketakutan pasien masih bisa kami tangani. Hanya saja, kasus-kasus yang perlu penanganan operasi segera, belum bisa dilakukan. Penanganan seperti ini kami langsung rujuk ke RSUD Klungkung dan RSUP Sanglah,” katanya.

Setelah diberikan penjelasan yang benar, sejumlah pasien yang awalnya panik, berangsur-angsur tenang. Pasien ketakutan, karena mengira lokasi rumah sakit akan tersapu lahar, bila terjadi letusan Gunung Agung. Suardana menegaskan, sebagai sikap siaga Gunung Agung, pihak rumah sakit bahkan sudah siap menghadapi kemungkinan terburuk, terjadi letusan Gunung Agung.

Baca juga:  Ke Bali, Presiden Bank Dunia Tinjau Kesiapan IMF-WB AM

Sudah ada beberapa rencana bersama Satgas Penanggulangan Bencana Gunung Agung, dengan Komandan Dandim 1623/Karangasem. Kalau situasi makin tidak memungkinkan, pihaknya nanti akan menyatakan bahwa rumah sakit tidak bisa memberikan pelayanan kepada Satgas ini.

Nanti keputusan dikeluarkan Komandan Satgas Tanggap Darurat Bencana, apakah layanan rumah sakit nantinya akan dihentikan sementara atau ada opsi lain. “Sebagai dampak bencana, kalau sampai mengganggu sistem di internal tenaga medis, fasilitas, komunikasi tidak bisa hingga jalur-jalur menuju rumah sakit terganggu, mungkin saat itulah pelayanan rumah sakit baru dinyatakan harus ditutup,” tegasnya.

Saat ini, pihaknya menegaskan RSUD Karangasem masih bisa menangani warga yang tinggal di sepertiga wilayah Karangasem. Seperti pasien dari Kecamatan Abang, wilayah Seraya hingga Kota Amlapura. Saat ini, jumlah pasien rawan inap mencapai 79 orang. Seluruh pasien saat ini dalam penanganan cukup baik.

Sebelumnya jumlah pasien sempat mencapai seratusan, karena setelah situasi gawat malam kemarin, ada beberapa pasien memutuskan pulang paksa dan dirujuk ke rumah sakit lain untuk penanganan lebih lanjut. Banyak juga yang sudah pulang karena sudah sembuh.

Melihat situasi ini, pihaknya menghimbau bagi masyarakat yang memerlukan penanganan medis, dipersilahkan membawa ke rumah sakit, karena rumah sakit masih melakukan pelayanan seperti biasa. Pihak rumah sakit juga sudah memetakan SDM menghadapi situasi ini meningkatnya level aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Dari total sekitar 800 orang, tenaga medis yang tidak terdampak bencana ada sekitar 200 orang. Tenaga inilah yang diminta selalu siap guna menghadapi segala kemungkinan terburuk, selama pihak rumah sakit masih bisa memberikan pelayanan. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.