SEMARAPURA, BALIPOST.com – Ratusan unggas di salah satu desa di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung mati mendadak. Atas hal tersebut, instansi terkait langsung turun mengambil sampel untuk uji lab. Dinyatakan seluruhnya negatif flu burung. Namun demikian, masyarakat diminta tetap waspada.

Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni menjelaskan kematian unggas milik warga itu terjadi beberapa hari belakangan. Seiring dengan itu, diakui sempat ada warga meninggal.

Namun ditegaskan, itu belum bisa dipastikan akiibat ternfeksi flu burung. Sebab sesuai hasil uji lab terhadap unggas, satu pun tidak ditemukan positif. “Seluruh unggas negatif. Kami belum berani menyatakan yang meninggal itu karena flu burung. Apalagi belum ditemukan sumbernya,” jelasnya, Sabtu (16/9).

Baca juga:  Harga Ayam dan Bebek Meroket

Mengatasi hal itu, mantan Direktur RSUD Klungkung ini menyatakan sudah melakukan penyemprotan unggas bersama Dinas Pertanian dan terus memonitoring kesehatan masyarakat. “Kita punya SOP. Perkembangannya terus dimonitor. Warga juga diharapkan waspada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida menjelaskan jumlah ayam yang dilaporkan mati telah mencapai 111 ekor yang dipelihara dengan cara diliarkan oleh masyarakat. Namun kembali ditegaskan, seluruhnya negatif flu burung. “Ada tes cepat dari kita, sementara hasilnya negatif. Kita juga antispasi lakukan spraying untuk seluruh penyakit unggas. Masyarakat juga kami minta melakukannya,” ungkapnya. (Sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.