TANGERANG, BALIPOST.com – Garuda Indonesia secara resmi membuka penerbangan langsung rute Jakarta- Banyuwangi. Dibukanya rute baru tersebut, tentu membantu upaya pemerintah khususnya Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan Banyuwangi menjadi destinasi wisata kota dunia.

“Saat ini Banyuwangi memiliki daya dukung pariwisata yang memadai. Kami akan terus mendorong agar Banyuwangi pada 2019 bisa menjadi kota wisata tujuan dunia. Pembukaan rute baru Garuda Indonesia ini akan dapat mendukung rencana kami tersebut,” ujar Menpar Arief Yahya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (8/9).

Upaya Kemenpar tersebut mendapat dukungan dari Kementerian Perhubungan dengan perluasan landasan Bandara Blimbingsari di Banyuwangi. “Saat ini masih 2.250 meter, nanti jadi 2.500 meter. Sementara lebarnya dari 30 meter menjadi 40 meter,” ujar Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Yudi Sari Sitompul.

Selain itu, Kemenhub juga rencananya akan memperkuat pelataran bandara atau apron, yang sebelumnya tiga unit menjadi sembilan unit. Artinya, kapasitas pesawat di Bandara Blimbingsari juga akan bertambah.

Peningkatan kapasitas, kata Yudi, dilakukan dalam rangka mendukung Banyuwangi menjadi destinasi ketujuh pertemuan Annual Meeting International Monetary Fund dan World Bank pada bulan Oktober 2018. “Banyuwangi adalah bandara yang dipakai untuk persinggahan pesawat-pesawat yang akan dibawa oleh kepala negara dalam acara Annual Meeting IMF-WB, kalau tidak salah ada 130 kepala negara,” kata Yudi.

Baca juga:  Cegah Penyimpangan BOP, Giliran Guru TK “Berlindung” ke Kejaksaan

Diprediksikan akan hadir gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 189 negara dalam acara itu. Adapun enam destinasi yang direncanakan untuk Annual Meeting IMF-WB adalah Bali, Lombok, Labuan Bajo, Borobudur, Danau Toba, dan Toraja.

Sementara itu, Dirut Garuda Indonesia Pahala Nugraha Mansury mengatakan, penerbangan Jakarta-Banyuwangi dikoneksikan dengan sembilan penerbangan internasional, dan enam penerbangan domestik. Penerbangan internasional yang dimaksud Pahala adalah Amsterdam, Singapura, negara-negara Timur Tengah, dan negara-negara Eropa lainnya.

Sementara penerbangan domestik yang disebut adalah Medan, Lampung, Balikpapan, dan Makassar. “Direct flight ini dikoneksikan dengan 9 penerbangan internasional, dan enam penerbangan domestik yang waktu tunggu transitnya di bawah tiga jam,” kata Pahala.

Menurut Pahala, dengan konektivitas ini, diharapkan jumlah kunjungan pariwisata, terutama wisatawan asing yang datang ke Banyuwangi kian meningkat. “Salah satu alasan kami membuka penerbangan ini, karena Banyuwangi termasuk daerah yang berkembang pesat pariwisatanya,” kata Pahala.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas mengatakan, dengan semakin meningkatnya akses menuju Banyuwangi, pertumbuhan di berbagai sektor di Banyuwangi akan semakin meningkat. Karena sekarang, ada enam kali penerbangan per hari menuju Banyuwangi. “Saya sendiri tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa perkembangan penerbangan di Banyuwangi akan sepesat ini,” ujar Azwar Anas. (Nikson/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.