Desa Wisata Penglipuran
Pengunjung memadati Desa Penglipuran saat libur Manis Galungan, Kamis (6/4). (BP/dok)
BANGLI, BALIPOST.com – Kabupaten Bangli mempunyai alam yang sangat luar biasa untuk menunjang kemajuan pariwisata. Sayangnya potensi yang dimiliki belum mampu dikelola secara terstruktur dan terencana.

Menurut Ketua PHRI Bangli I Ketut Mardjana, Selasa (5/9), potensi-pontesi wisata yang dimiliki di setiap kecamatan sangat luar biasa yang bisa diangkat untuk kemajuan pariwisata di Bangli. Dia mencontohkan di Bangli Timur, Tembuku memiliki alam seperti sawah, sungai sangat mendukung untuk dijadikan sebagai tempat wisata. Maka dari itu, pemkab harus benar-benar bisa mengelola potensi-potensi yang ada untuk objek pariwisata.

Dia mengungkapkan, selama ini pemkab belum sepenuhnya mampu mengelola potensi-pontesi yang dimiliki. Bahkan untuk memajukan pariwisata di Bangli pihaknya sudah sempat menawarkan diri untuk bermitra dengan pemkab dalam memajukan kepariwisataan di Bangli.

Keseriusan itu dibuktikan dengan dua kali mengirimkan surat ke Bupati Bangli dan Ketua DPRD agar PHRI Bangli bisa berkolaborasi untuk mengelola pariwisata secara bersama-sama. Hanya saja sampai saat ini belum ada respons dari pemkab maupun DPRD.

“Kami hanya ingin berkolaborasi untuk membangun pariwisata Bangli akan lebih maju kedepannya. Mengingat peran dari pemkab sangat sentral karena mempunyai kebijakan, dana, dan sebagai pengatur kebijakan. Maka dari itu, kita minta aspirasi-aspirasi di bawah supaya bisa di dengar. Jangan sampai ada aturannya, tapi tidak bisa diplementasikan secara baik. Dan setelah itu tidak diimplementasi dengan baik, dibiarkan begitu saja,” sebutnya.

Baca juga:  Warga Karangasem Mengungsi ke Bangli, Ini Lokasi yang Disiapkan

Bahkan selama ini, kata Mardjana, pariwisata yang ada di Bangli justru banyak tumbuh dari masyarakat. Namun kemampuan rakyat sendiri untuk memajukan pariwisata sangat terbatas dalam pengelolaan pariwisata itu. “Jadi disinilah peran pemerintah untuk memberikan tataran-taran yang baik dengan mendatangkan ahli untuk membina semuanya ini, sehingga pertumbuhan pariwisata itu tetap bisa berjalan dengan baik dan berkembang,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakannya penataan infrastruktur pendukung pariwisata juga harus terus dilakukan. Kata dia, dengan adanya rencana penataan Objek Wisata Penelokan pihaknya sangat menyambut baik langkah tersebut.

Kalau pembangunan itu bisa diwujudkan segera. Hanya saja, sampai saat ini pembangunan itu belum ada tanda-tanda akan dilakukan. Maka dari itu pihaknya berharap pembangunan itu bisa secepatnya dilakukan. Sebab, pembangunan infrastruktur itu sebagai menunjang pariwisata.

“Selain melakukan penataan tempat-tempat pariwisata, infrastruktur jalan juga harus dibenahi. Karena kami juga tidak ingin kejadian mobil seperti di Terunyan teruang kembali. Maka dari itu, jalan-jalan menuju objek-objek wisata harus diperbaiki lagi. Sehingga para pengunjung yang datang benar-benar merasa nyaman dan aman,” harap Mardjana. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.