DENPASAR, BALIPOST.com – Canggihnya teknologi gadget terkadang menjadikan siswa melakukan kegiatan negatif dan mengabaikan kegiatan akademik. Padahal budaya literasi, melalui membaca, sangat membantu siswa berprestasi dan melakukan kegiatan positif.

Menurut akademisi, Prof. Nyoman Kardana, peningkatan budaya literasi ini bisa dilakukan melalui pemberian tugas merangkum bacaan pada siswa. Melalui kegiatan ini, siswa diwajibkan membaca dan akan terbiasa dengan aktivitas itu.

Kegiatan ini, lanjutnya, bisa dilakukan sekolah ketika siswa sedang libur panjang, misalnya pada libur kenaikan kelas. Waktu libur yang panjang, selama sebulan akan memberikan kesempatan bagi siswa meningkatkan budaya membaca.

Ia mengutarakan saat ini budaya membaca di kalangan siswa di Indonesia masih sangat rendah. Jadi sudah seyogyanya, aktivitas membaca mulai diterapkan. Dicontohkan, siswa wajib membaca dua atau tiga buku bacaan dan harus membuat kesimpulan atas isi buku bacaan tersebut ditulis tangan sendiri.

Baca juga:  Tingkat Literasi Pasar Modal Rendah, BEI Gelar CMPDP

Pada saat hari sekolah tiba, kesimpulan tersebut dikumpulkan sehingga peluang siswa melakukan kegiatan atau prilaku negatif pada liburan panjang akan sangat minim. Ia menambahkan budaya literasi ini wajib dilakukan agar siswa membiasakan diri membaca. (kmb/balitv)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.