Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)
TABANAN, BALIPOST.com – Empat wisatawan asal Prancis sekitar seminggu lalu digigit anjing saat sedang berwisata di daerah Penebel. Jumlah anjing yang mengigit dilaporkan dua ekor.

Setelah kejadian, kedua anjing dieliminasi dan diambil sampelnya untuk diperiksa. Hasilnya sampel negatif dari rabies.

Korban setelah digigit langsung mendapatkan perawatan luka di Puskesmas Penebel dan mendapatkan VAR tahap pertama di BRSU Tabanan.

Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ketut Nariana mengatakan empat wisman tersebut digigit saat sedang berada di jalur tracking yang masuk desa Babahan Penebel Tabanan. Langkah penanganan pertama adalah dilakukan perawatan luka dan VAR tahap pertama. “Karena hasilnya negatif VAR lanjutan tidak diberikan karena sesuai dengan protap,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Nyoman Suratmika menambahkan kasus pada manusia di Tabanan sudah hampir tidak terjadi selama dua tahun. Untuk anjing terakhir terjadi pada Januari 2017. Pemberian VAR diberikan pada kasus gigitan yang positif melalui pemeriksaan laboratorium atau faktor resiko tinggi.

Baca juga:  Anjing Rabies Gigit Dua Warga di Sangkaragung

Diharapkan dalam mengatasi rabies, masyarakat ikut berpartisipasi dan meningkatkan kewaspadaan. Partisipasi dengan tidak meliarkan anjing, membuang anjing sembarangan serta melakukan vaksinasi rutin untuk anjing peliharaannya setahun sekali. Jika tergigit dilakukan perawatan luka yang benar dengan mencuci luka memakai sabun dan air mengalir setidaknya 15 menit sebelum dibawa ke layanan kesehatan terdekat.

Agar aman, anjing yang mengigit diobservasi selama dua minggu atau dieleminasi untuk diambil sampelnya dan diperiksa. Dengan partisipasi dan kewaspadaan masyarakat diharapkan Bali bebas rabies bisa tercapai. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.