Ilustrasi. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Industri pengolahan susu di Bali secara komersial sampai saat ini belum ada. Dulu memang pernah ada pengolahan susu sapi, dipasteurisasi, kemudian dikemas dalam botol dan dijual ke rumah tangga, namun saat ini jarang bahkan tidak ada.

“Kalau susu kambing ada di Singaraja, itu dipasteurisasi, artinya dipanaskan pada suhu 80 derajat selsius, sehingga mematikan kuman-kuman. Hasilnya dijual ke Denpasar,” tutur Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, Kamis (31/8).

Itupun skala kecil, bukan skala industri. Bali dikatakan memang tidak memiliki ternak sapi perah sehingga bahan baku tidak ada. “Produksi susu dari ternak memang tidak ada, jadi bahan baku tidak ada,” tandasnya.

Di Bali pernah ada beberapa ternak sapi perah. Seperti di Bedugul, tapi usaha tersebut tidak berjalan. Di Bangli juga pernah ada dan sempat berkembang, namun kini meredup.

Setelah ia mempelajari, usaha susu perah di Bali tidak berkembang lantaran masyarakat Bali bukan peminum susu dan tidak ada budaya minum susu. Anak-anak pun hanya minum susu hingga usia 5 tahun.

Baca juga:  Sering Nyeri Haid? Redakan dengan Susu

Berbeda halnya dengan di India, Bangladesh yang memang memiliki budaya minum susu. Bahkan tingkat konsumsi susu di India dan Bangladesh mencapai 38 liter per tahun per kapita. Sedangkan di Bali rata-rata orang mengonsumsi susu hanya 2 liter per tahun per kapita.

Maka dari itu, ia bersama dengan dosen di Fakultas Peternakan Universitas Udayana mengembangkan produk olahan susu menjadi susu kefir. Sebelumnya, pihaknya melakukan penelitian pengolahan susu sapi atau kambing menjadi kefir.

Susu kefir adalah susu yang diolah dengan metode tertentu ditambah dengan kefir sebagai probiotik sehingga menjadi susu probiotik. Rasanya agak asam namun bermanfaat bagi pencernaan, berserat kasar, dan berantioksidan.

“Bisa digunakan untuk kesehatan  bagi orang-orang yang paham akan kesehatan, pasti sangat membutuhkan produk olahan susu yang kami buat di lab peternakan,” sebutnya. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.