Keluarga nelayan mempersiapkan syukuran pascakembalinya dua nelayan dengan selamat. (BP/mud)
SINGARAJA, BALIPOST.com – Setelah ditemukan selamat oleh Anak Buah Kapal (ABK) Barang di Perairan Madura, Jawa Timur (Jatim), Husni (32) dan Abdul Wahid (25) nelayan asal Dusun Bunut Panggang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar hingga masih trauma. Setelah ditemukan pada Kamis (3/8) dan kembali ke rumahnya di Kaliasem, Minggu (6/8) malam, keduanya belum bisa ditemui karena masih dilanda trauma empat hari terombang-ambing di lautan lepas.

Meski demikian, keluarga dan rekan sesama nelayan menyambut penuh suka cita setelah Husni dan Abdul Wahid kembali dengan selamat. Saat tiba di rumahnya orangtua, keduanya mengangis karena perasaan haru.

Sebagai bentuk syukur, keluarga menggelar syukuran memanjatkan doa bersama keluarga bersama tetangganya. Salah seorang kerabatnya menyumbang seekor kambing yang disemblih untuk dijadikan pesta bersama warga di kelompok nelayan.

Orangtua Husni, Kuniani, ditemui di rumahnya Senin (7/8) menuturkan, setelah ditolong ABK Barang di perairan Madura anaknya tinggal sementara di rumah kerabatnya di Sapudi, Madura. Setelah cuaca membaik, pihak keluarga kemudian menjemput Husni dan Abdul Wahid melalui pelabuhan di Situbondo. “Belum dapat cerita apa yang terjadi saat mancing di laut, dan kami senang dan syukur kepada Tuhan karena anak kami kembali selamat,” katanya.

Baca juga:  Ribuan Nelayan Protes Menteri Susi

Kuniani menambahkan, kondisi kesehatan anaknya memang sudah pulih. Hanya saja, anaknya masih trauma, sehingga tidak berkenan menceritakan kejadian yang dialaminya.

Sebelumnya, Husni dan Abdul Wahid dilaporkan hilang saat mancing di laut lepas sejak Minggu (30/7). Pencarian oleh rekan sesama nelayan bersama personel SAR dan anggota Polisi Perairan (Polair) Polres Buleleng gagal menemukan keberadaan kedua nelayan tersebut.

Pada Kamis (3/8), anak buah kapal (ABK) Barang AHT Ena Phoenix menemukan keduanya terombang-ambing di atas perahu kecil sekitar pukul 17.20 WIB. Posisi kedua korban berada pada Lt 07-19,523 Selatan Bjr.114-32,585 Timur.

Selain menyelamatkan Husni dan Abdul Wahid, perahu bersama mesin dorong yang sebelumnya digunakan untuk mancing ikut dievekuasi ke atas dek kapal. Selanjutnya, korban diantar ke rumah kerabatnya di Pelabuhan Sapudi. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.