terbakar
Rumah yang ludes terbakar di Celuk, Sukawati. (BP/nik)
GIANYAR, BALIPOST.com – Kebakaran terjadi di rumah I Wayan Mitra di Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Sukawati, I Wayan Miarta (50), Senin (7/8). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian yang ditimbulkan hingga Rp 150 Juta. Dugaan sementara kebakaran disebabkan konsleting listrik.

Saat kejadian, di rumah itu hanya ada Ni Wayan Mariati (47). Sekitar pukul 08.30 wita, Mariati terkejut mendapati atap di atas bangunan balai daja sudah ada asap mengepul. Kobaran api dengan cepat membesar, dipicu sejumlah barang kerajinan dari kayu jati yang tersimpan di dalam bangunan itu ikut terbakar. Sebanyak 4 unit mobil pemadam tiba di lokasi berupaya melakukan pemadaman api.

Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiharta, menyatakan bahwa dari hasil olah TKP diketahui kebakaran berawal dari konselting listrik. Sementara, Humas PLN Bali, Gusti Ngurah Putra, menyatakan kebakaran itu menjadi tanggung jawab pelanggan. “Makanya kami mengimbau supaya kabel yang digunakan adalah kabel yang berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia-red),” pinta Putra. (manik astajaya/balipost)

Terlihat warga sedang mengecek bangunan yang ludes terbakar di rumah I Wayan Mitra di Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Sukawati, I Wayan Miarta (50), Senin (7/8).

Baca juga:  Rumah Hangus Tersambar Petir, Pasutri Hanya Punya Pakaian Melekat di Badan

Warga Lansia

Sementara kebakaran juga terjadi di Singaraja. Rumah milik warga lansia Ni Wayan Ranti (67), di Jalan Pulau Timor, Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng terbakar.

Kejadiannya sekitar pukul 10.45 wita. Saat itu, Ranti meninggalkan rumahnya berbelanja ke warung tidak jauh dari rumahnya. Kembali dari warung, dia terkejut menemukan api sudah membakar bagian depan rumahnya. Api akhirnya berhasil dipadamkan warga bersama petugas pemadam kebakaran.

Kesaksian Ketut Erawati yang saat itu melintas di depan rumah korban, melihat kepulan asap dan dan api membesar di bagian depan rumah korban. Titik api saat itu membakar sofa hingga bagian atap rumah. Khawatir api membesar, hal itu diberitahukan kepada suaminya dan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran.

Sementara korban, Ranti, mengaku tidak tahu mengapa rumahnya bisa terbakar. Saat ditinggalkan kompor atau alat listrik lainnya telah dimatikan. Saat ini dia tinggal di rumah menantunya karena kalau tinggal di rumah miliknya itu dikhawatirkan akan membahayakan karena instalasi listrik rusak akibat terbakar. (manik astajaya/mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.