MAGELANG, BALIPOST.com – Ratusan wisatawan asing setiap pagi berdatangan ke Desa Karangrejo, Borobudur yang “punya” Bukit Punthuk Setumbu. Pukul 04.00 WIB mereka sudah mulai mengantre membeli tiket masuk. Bulan Juli-Agustus merupakan saat terbaik untuk berburu sunrise di tempat ini.

Pemandangan seperti itu juga terlihat Selasa pagi (18/7). Wisatawan mancanegara (wisman) dari Belanda, Perancis, Tiongkok, Jepang hingga Malaysia dan Singapura dalam rombongan maupun perorangan bergegas menaiki Bukit setinggi 400 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini. Mereka tak ingin keduluan sang mentari.

Mereka bersama ratusan wisatawan Nusantara memadati puncak bukit yang berada di sebelah Barat Candi Borobudur. Dari data di tiketing, pagi itu ada 300 orang wisatawan. Sebanyak 103 di antaranya wisman.

“Hari-hari biasa rata-rata di angka sekitar itu. Saat #liburanlebaran kemarin ada sekitar seribuan yang datang tiap pagi. Sehingga parkir mobilnya hingga ke jalan-jalan masuk karena area parkir tak cukup,” ujar Rizki, petugas loket masuk Bukit Punthuk Setumbu.

Untuk wisman, puncak kedatangan ke Punthuk Setumbu adalah bulan Agustus. Saat yang baik karena di sini musim kemarau sehingga matahari pagi tidak terhalang awan ataupun mendung.

Kedatangan para “pemburu” sunrise ini makin membuktikan Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi-Merbabu dan Borobudur. Saat pagi merekah dari tempat ini wisatawan bisa melihat megahnya Candi Borobudur yang terkurung lautan kabut. Gradasi warna putih keabu-abuan dengan bayangan hitam stupa Borobudur menjadi pesona tersendiri.

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan memang bisa menyaksikan pula kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Baru setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise Borobudur nan epik dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.

Saat terbaik untuk saat ini, wisatawan seyogyanya tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Waktu sunrise sekitar pukul 05. 45 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa anak tangga dan jalan cor. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari pintu masuk ada gazebo dan rumah pohon di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari tempat itu.

Baca juga:  Batam International Piano Competition Genjot Pianis Muda dan Pariwisata Crossborder

Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit.

Di sela-sela menikmati sunrise, wisatawan bisa berfoto  selfie di spot-spot yang  disediakan. Ada ayunan, ikon “Love” maupun papan panjang yang semuanya menghadirkan foto seakan berada di atas langit. Keindahan sunrise di Punthuk Setumbu ini dikenal sebagai #borobudurnirwanasunrise.

Menurut seorang pemandu dari Desa Wisata Karangrejo, pengelola Punthuk Setumbu, destinasi wisata alam ini sekarang buka 24 jam. “Karena sekarang banyak yang lebih suka camping dengan tenda di atas. Biasanya satu keluarga naik sore lalu memasang tenda di puncak. Atau rombongan anak-anak remaja. Baru turun usai sunrise. Ya kita terima dan layani karena mereka sukanya seperti itu,” katanya.

Bagi yang ingin menginap, dan tidak siap dengan tenda, tak perlu khawatir. Ada banyak homestay dan penginapan di kawasan ini. Semuanya dikelola warga. Wisata Punthuk Setumbu dikelola Desa Wisata Karangrejo yang diketuai Nurjazid. Beranggotakan 200 KK. Masing-masing KK berkewajiban menyetorkan satu orang untuk menjadi kru yang bertugas di Punthuk Setumbu ini. Mereka bertugas di tempat parkir, loket maupun memandu wisatawan hingga ke atas.

Untuk dapat menikmati berbagai pesona di Punthuk Setumbu ini, wisatawan hanya dikenakan biaya masuk Rp 15.000 (wisnus) dan Rp 30.000 (wisman). Parkir Rp 2.000 (sepeda motor), Rp 5.000 (mobil). Dengan semua itu bisa menikmati sunrise, bermain ayunan, dan berfoto di sejumlah spot yang disediakan.

Akses ke Bukit Punthuk Setumbu ini yang terletak tidak jauh dari Candi Borobudur, tepatnya di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Borobudur, Magelang ini sangat mudah. Dari Yogyakarta dapat ditempuh sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Ada rambu-rambu bertuliskan “Punthuk Setumbu” dan tanda panah yang jelas sejak dari jalan setelah Museum Widayat, Mendut.

Dari depan Taman Wisata Candi Borobudur silakan melaju ke arah pintu masuk Hotel Manohara, kemudian lurus terus ke arah perbukitan Menoreh. Tak jauh dari situ ada pertigaan dan petunjuk arah bertuliskan Borobudur Nirvana Sunrise. Silakan belok kanan mengikuti petunjuk arah hingga sampai di tempat parkir Bukit Punthuk Setumbu. Sebelum masuk ke tempat parkir ini ada petugas yang mengarahkan kendaraan Anda sembari menyodorkan kartu tanda parkir.

“Saya sudah pernah ke destinasi ini! Perfect, keren, wisatawan Eropa pasti suka dengan alam di atas perbukitan yang bisa melihat puncak-puncak gunung dalam satu spot itu,” jawab Menpar Arief Yahya sambil memberi kode dua jempolnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.