gantung diri
Ilustrasi. (BP/dok)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pulang dari mekemit di tempat upacara ngaben, Mangku Sugia(54) seketika limbung sesaat setelah membuka pintu kamar tidurnya. Pasalnya di dalam kamar tersebut, pria warga Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem itu menemukan istrinya, Mangku Karimi (47), telah tewas gantung diri.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi Rabu (28/6) dini hari, sekitar pukul 04.00 wita. Mangku Sugia bersama anaknya Nengah Sridana (30) sempat berusaha melakukan pertolongan dengan buru-buru memotong selendang yang menjerat leher korban. Namun, semuanya sia-sia karena saat itu korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Korban menjerat lehernya dengan selendang merah pada terali jendela. Sempat ada kecurigaan bahwa korban meninggal bukan karena gantung diri. Kecurigaan itu muncul karena korban dalam posisi terduduk di atas kasur. Mayatnya sudah mulai kaku, diduga sudah meninggal beberapa jam sebelumnya.

Namun seiring proses penyelidikan, Polsek Selat akhirnya menyimpulkan korban tewas murni akibat gantung diri. Namun terkait penyebabnya, masih menyisakan tanda tanya. Berdasarkan keterangan suami dan keluarga korban, diduga aksi nekat korban karena masalah ekonomi. Juga ada dugaan lain, korban diduga frustrasi karena anak sulungnya dan cucunya yang merantau ke luar daerah tak pernah pulang. ‘’Kecuali bekas jaratan di leher, kita tidak temukan jejak tindak kekerasan. Hasil penyelidikan dan visum dokter, kasusnya murni gantung diri,’’ terang Kasubag Humas Polres Karangasem, AKP I Komang Orta, saat dikonfirmasi Kamis (28/6).

Baca juga:  Koperasi Ini Raih Peringkat Tiga Terbaik di Bali

Anak korban, I Nengah Sridana, tak menampik belakangan ibuhnya terlihat stres karena persoalan keluarga. Namun sebelum aksi gantung diri itu dilakukan, menurut dia, prilaku korban tak ada yang ganjil. ‘’Malamnya kami sempat ngobrol, biasa-biasa saja kok. Sekitar pukul 23.00 dia ke kamar, saja juga pergi tidur,’’ ungkapnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.