BANYUWANGI, BALIPOST.com – Para pemudik dari Bali ke Jawa mulai dimanjakan. Mengantisipasi antrean, PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang-Gilimanuk menawarkan pembelian tiket online. Tiket elektronik ini bisa dibeli hingga H-1 Lebaran mendatang, khusus pengendara roda dua, kendaraan pribadi dan mobil penumpang.

Mereka yang memegang tiket online ini akan mendapatkan jalur khusus ketika akan masuk kapal. Sehingga tak terlalu lama antre di pelabuhan. “Tiket online ini mulai kita luncurkan per 1 Juni lalu. Ini mengantisipasi antrean saat arus mudik Lebaran,” kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat di Banyuwangi, Jumat (9/6) malam.

Menurutnya, tiket online penyeberangan ini baru diterapkan di dua jalur. Masing-masing Ketapang – Gilimanuk dan Merak – Bakahueni. Alasannya, dua jalur ini yang selalu padat ketika musim arus mudik.

Ditambahkan, calon penumpang tak perlu antre di loket di pelabuhan. Namun, tinggal membuka website PT. ASDP, lalu memesan tiket sesuai tanggal keberangkatan. Pembayaran kata dia bisa melalui ATM. Nantinya, penumpang tinggal masuk ke pelabuhan dan menunjukkan tiket online yang sudah dibeli. “Ini akan menghemat waktu masuk ke pelabuhan,” jelasnya.

Khusus musim arus mudik ini, tiket online bisa dipesan hingga H-1 Lebaran. Saat antrean di pelabuhan, pemegang tiket online akan mendapat jalur khusus, sehingga mereka bisa masuk kapal sesuai jadwal tiket yang sudah dipesan. Jika telat, pemegang tiket diberikan tenggang waktu selama 12 jam.

Baca juga:  Revisi Batas Ketinggian Bangunan, Giri Prasta Sebut Sama dengan Pengingkaran Warisan

Tiket online ini juga dilengkapi data penumpang yang akan menyeberang. Sehingga, manifest akan langsung terdata.

Selain via online, selama arus mudik mendatang, PT ASDP Indonesia Ferry membuka pos penjualan tiket di beberapa titik sepanjang jalur Denpasar – Gilimanuk. Diantaranya, di pos Pantai Soka, Lapangan Desa Melaya (Jembrana) dan jembatan timbang Cekik.

Calon penumpang, kata Christine, bisa membeli tiket di pos buffer zone ini. “Kami juga menyediakan layanan istirahat, hingga pijat gratis di pos ini,” tegasnya.

Puncak arus mudik dari Bali ke Jawa diprediksi akan berlangsung, 23 Juni 2017. Ini didasarkan pada hari H Lebaran yang jatuh hari Minggu. “Ini mirip Lebaran 2015. Jadi, kita prediksi puncak arus mudik 23-24 Juni mendatang,” pungkas Christine didampingi Direktur Komersial M. Yusuf Hadi.

Tahun ini, jumlah kapal yang disiagakan untuk arus mudik sebanyak 49 unit. (Budi Wiriyanto/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.