anugrah
Kadisparda Provinsi Bali A.A. Yuniartha saat menyerahkan penganugrahan desa wisata award 2017. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah kini terus melakukan upaya pengembangan desa wisata serta memenuhi program 20 Ribu Desa Wisata se- Indoneisa. Sebanyak 29 desa se-Bali mendapat penganugrahan Desa Wisata Award 2017, di Stage Taman Nusa, Gianyar, Jumat (26/5). Puluhan desa wisata yang diberi katagori perak dan perunggu ini akan terus dibina.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Bali, A.A Yuniartha yang hadir pada kesempatan itu menyampaikan bahwa data yang ia pegang saat ini total ada sekitar 104 desa wisata se-Bali. “Kita harapkan seluruh Desa Wisata ini bisa menjadi daya tarik, karena terus terang saja bahwa wisatawan khususnya Eropa sangat menyukai desa wisata,“ katanya.

Yuniartha menyebut desa wisata merupakan salah satu pengentas kemiskiannan melalui jalur pariwisata. Apalagis aat ini angran cukup besar langsung disalurka ke Desa, sehingga akan sangat produktif bila diarahkan ke sektor daya tarik wisata. “Dana ini yang nantinya bisa dimanfaatkan, apakah mau mengembangkan desa wisata atau yang lain,“ ucapnya.

Ditambahkan Yuniartha, melalui pengembangan Desa Wisata maka suatu destinasi pariwisata akan memiliki keragaman produk, yang akan membuka peluang kunjungan ulang bagi wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Bali. “Pengembangan Desa Wisata juga diharapkan meminimalkan potensi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota, “ katanya.

Baca juga:  Philips Garap 25 Desa Jadi Kampung Terang Hemat Energi

Disingung penambahan jumlah Desa Wisata. Yuniartha berpesan agar tidak sembarangan dalam membangun desa wisata, karena harus memperhatikan potensi yang ada. “Karena saya takut setelah di SK-kan bapak Bupati, tahu-tahu tidak jalan, “ ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Anugrah Desa Wisata, Made Mendra Astawa mengatakan penghargaan ini diberikan kepada masyarakat desa sebagai pengelola atau subyek dari pariwisata yang sudah berkarya dalam mengembangkan dan memajukan potensi desa. Seleksi Desa Wisata diikuti 36 desa, yang yang lolos 29 desa.

Hasil panel dewan juri diputuskan, dari 29 peserta dipilih 17 pemenang dengan kategori silver dan 12 peserta kategori bronze. Dalam Anugerah Desa Wisata Bali 2017 tersebut terungkap belum ada desa wisata di Bali yang memenangkan kategori Gold karena legalitasnya belum lengkap.

Sementara di Kabupaten Gianyar ada dua desa yang memperoleh penganugrahan bergengsi ini, yakni des wisata Batubulan dan Desa Wisata Mas, Ubud.

Mendara Astawa menambahkan, pihaknya bersama dengan 14 orang dewan juri yang terdiri dari berbagai kalangan, sudah melakukan penilaian dari tanggal 20 April hingga 18 Mei lalu. Indikator penilaian desa wisata sesuai standar ASEAN yang meliputi sistem pengelolaan, implementasi Sapta Pesona serta penerapan 12 program kerja Forkom Dewi (Forum Komunikasi Desa Wisata). (manik astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.