Pasar Badung
Pedagang Pasar Badung yang direlokasi ke eks Tiara Grosir sedang melayani pembeli. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Musibah yang menimpa Pasar Badung tahun lalu, masih dirasakan hingga kini. Buktinya, PD Pasar Denpasar yang mengelola 14 pasar tradisional, perolehan retribusinya belum mencapai target pada triwulan pertama tahun 2017 ini.

Kondisi ini akibat pedagang Pasar Badung masih berada di lokasi penampungan sementara di lahan bekas Tiara Grosir. Dirut PD Pasar Denpasar I Made Westra dihubungi, Kamis (25/5), mengakui dampak belum beroperasinya Pasar Badung secara penuh, perolehan retribusinya mengalami penurunan.

Namun, diakui, target yang dipasang pada 2017 ini akan terealisasi pada akhir tahun. Dikatakan, pencapaian PD Pasar Kota Denpasar pada triwulan I 2017 baru tercapai Rp 6,983 miliar dari target Rp 7,2 miliar.

Diprediksi, kecilnya perolehan ini juga akibat musim hujan yang terjadi berkepanjangan dan hari raya yang datang secara berdekatan sehingga membuat banyak waktu libur bagi pedagang. Westra mengatakan, banyaknya waktu libur padagang membuat pemasukan PD Pasar berkurang yang dikarenakan tidak adanya pemasukan iuran pada saat pedagang libur. “Musim hujan membuat pedagang tidak berjualan terutama pedagang pelataran. Selain itu, hari raya Umat Hindu yang datang secara berdekatan membuat waktu pedagang cenderung untuk mempersiapkan upacara sehingga lebih memilih meliburkan diri dari berdagang di pasar,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pendapatan PD Pasar yang paling besar didapat dari iuran pasar, sehingga hari libur pedagang sangat berpengaruh pada naik turunya pendapatan. Pada pasar tradisional, mayoritas pedagang adalah penduduk lokal, sehingga sangat berpengaruh pada hari raya yang berlaku pada daerah.

Baca juga:  Menjadikan UMKM Poros Ekonomi

Seperti halnya di Bali, hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi lalu sangat memperngaruhi aktivitas pedagang. Diungkapkannya  target pencapaian pada tahun 2017 ini secara keseluruhan yaitu Rp 28 miliar, dengan target di triwulan pertama Rp 7,2 miliar. Berbeda dengan tahun sebelumnya target pencapaian PD Pasar hanya Rp 26,2 miliar per tahun dan terealisasi hingga Rp 27 miliar.

Terkait perolehan paling besar, Westra menyebutkan, pada dari 14 pasar yang berada di bawah naungan PD Pasar Kota Denpasar, pendapatan paling besar terjadi di Pasar Kreneng yang mencapai Rp 450 juta per bulan. Disusul urutan kedua dengan pendapatan terbesar terjadi pada Pasar Kumbasari dengan capaian Rp 342 juta per bulan.

Sementara itu, pendapatan pasar Badung belum bisa berkontribus dalam pendapatan PD Pasar, karena situasi pasar masih berada di tempat relokasi. “Berbeda dengan tahun-tahun sebelum terjadinya musibah kebakaran, pendapatan terbesar terjadi di Pasar Badung dan urutan kedua adalah Pasar Kumbasari. Sedangkan Pasar Kreneng menjadi urutan ketiga,” jelasnya. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.