JAKARTA, BALIPOST.com – Penumpang dengan moda angkutan laut diperkirakan meningkat tiga persen dari tahun lalu. “Total perkiraan peningkatan pemudik tahun ini naik tiga persen,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub A Tonny Budiono di Jakarta, Selasa (16/5).

Untuk itu menindaklanjuti peningkatan penumpang tersebut, Dirjen mengatakan, pihaknya juga menyediakan angkutan mudik gratis dengan mengangkut sepeda motor dengan kapal laut. “Untuk pendaftarannya sendiri kemundkinan akan dimulai pada minggu depan, akan kita sosialisasikan melalui media sosial juga industri,” katanya.

Tonny mengatakan kuota musik gratis tersebut, yaitu 16.000 unit motor dengan 32.000 penumpang atau meningkat dari kuota Lebaran 2015, yaitu 10.000 motor. Untuk rutenya, lanjut dia, yaitu Jakarta-Semarang PP dan dimulai sejak 14 Juni 2017 hingga 6 Juli 2016. “Mudik gratis dari Jakarta-Semarang dan bolak-balik Semarang-Jakarta sebab dari Semarang itu mereka bisa menyebar ke mana-mana, selain itu memangjumlah yang signifikan yang mudik itu di Jawa,” katanya.

Untuk kapalnya sendiri, dia menuturkan pihaknya akan melakukan lelang baik kepada operator Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam hal ini Pelni atau SDP Indnesia Ferry ataupun swasta. “Kapasitas satu kapal itu 1.000 motor dan dua kapal 500 motor kita akan ‘blusukan’ ke sentra industri akan ada mudik gratis, kalau tahun lalu engga ada,” katanya.

Baca juga:  Libur Panjang dan Lebaran, BNI Siapkan Rp 500 Miliar

Ia mengatakan, mudik gratis tersebut merupakan upaya untuk mengurangi angka kecelakaan dan kepadatan di jalan raya. Sebelumnya, Kemenhub siapkan subsidi angkutan kapal Roll on-oll off (Ro-Ro) sebanyak 50.000 untuk mengangkut penumpang dan motor gratis pada masa angkutan lebaran 2017/1438 H dengan rincian 32.000 penumpang dan 168.000 sepeda motor tujuan Jakarta ke Jawa Tengah.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, sosialisasikan supaya okupansinya bagus. Kapal ini menjadi suatu potensi yang bagus, suatu jalan terbaik untuk lebaran mendatang dengan menambah angkutan mudik melalui kapal. Kalau jalan raya, jalan tol, kereta kan terbatas tetapi dengan kapal itu ruang dan waktu masih banyak.

Jadi kalau kita berhasil tahun ini sekitar 50.000, tahun depan ini sudah menjadi format baru angkutan lebaran untuk ke Jawa Tengah, Jawa Timur maupun Sumatera Selatan. Selain itu, kapal Ro-Ro juga difungsikan untuk alternatif angkutan barang untuk kendaraan lebih dari dua sumbu karena terdapat larangan di jalan-jalan tertentu. “Kapal Ro-Ro ini menjadi salah satu cara kita menyelesaikan angkutan truk dari Jakarta menuju Semarang dan Surabaya karena itu akan mengurangi tekanan atau beban jalan utama Jakarta-Surabaya dan juga mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” katanya. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.