Ilustrasi. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pascapenetapan organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru, sejumlah posisi jabatan strategis masih lowong. Alotnya pengisian posisi tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu jalannya birokrasi serta pengambilan keputusan di masing-masing OPD bersangkutan.

Karena itu, wali kota diharapan segera mengisi posisi yang lowong dimaksud. Anggota Fraksi Golkar DPRD Denpasar I Wayan Duaja, Selasa (9/5) mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak posisi di eksekutif yang belum tersiri. Bahkan, posisi tersebut sangat menentukan kelancaran tugas-tugas dari instansi tersebut.

Karena yang lowong tersebut merupakan posisi kepala dinas, kepala badan, serta pejabat lainnya setingkat eselon II. “Saya melihat beberapa OPD banyak yang tidak memiliki kepala dinas, ini akan mengganggu kelancaran program kerja yang dirancang oleh masing-masing OPD,” ujar Duaja.

Baca juga:  Rekanan Masuk Daftar Hitam, Inspektorat Minta OPD Lebih Teliti

Sejumlah posisi jabatan yang lowong hingga kini, di antaranya kepala dinas kebudayaan, kepala disdikpora, dinas sosial, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Selain itu, ada pula posisi kepala badan yang belum terisi, di antaranya badan pengelolaan keuangan dan aset daerah, badan kepegawaian dan pengembangan SDM,
serta badan penanggulangan bencana. Jabatan eselon II di sekretariat dewan juga lowong, yakni kursi sekretaris dewan.

Duaja berharap banyaknya posisi yang belum terisi harus segera dilengkapi. Karena menyangkut dengan kinerja OPD. Apalagi, proses seleksi sudah dilakukan sejak lama. (Asmara Putera/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.